Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom.id.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom.id.

Bahlil Bantah Pemerintah Istimewakan Investasi dari Satu Negara Saja

Ekonomi Amerika Serikat china investasi BKPM Bahlil Lahadalia
Eko Nordiansyah • 24 Januari 2022 12:13
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membantah pemerintah hanya memberikan kesempatan investasi kepada satu negara saja. Pasalnya ia memastikan, pemerintah terbuka untuk investasi dari negara manapun sehingga tidak menutup peluang kerja sama dengan negara lainnya.
 
Bahlil mencontohkan, buktinya adalah kerja sama investasi dengan perusahaan pengolahan gas asal Amerika Serikat Air Products and Chemicals, Inc (APCI). Saat ini Air Products telah melakukan groundbreaking untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.
 
"Investasi ini full dari Amerika Serikat, bukan dari Korea, bukan dari Jepang, bukan dari Tiongkok. Jadi ini sekaligus penyampaian bahwa tidak benar kalau negara ini hanya fokus investasi dari satu negara," kata dia dalam video conference groundbreaking, Senin, 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan total nilai investasi megaproyek mencapai USD15 miliar untuk bidang industri gasifikasi batu bara dan turunannya ini, investasi ini diyakini akan mendorong hilirisasi sumber daya alam, kerja sama ini akan meningkatkan substitusi impor. Bahkan investasi Air Products merupakan terbesar setelah Freeport.
 
"Ini buktinya kita membuat pertimbangan, ini Amerika Serikat investasi cukup besar. Ini investasi kedua terbesar setelah Freeport untuk tahun ini," ungkapnya.
 
Ia menambahkan realisasi investasi Air Products ini terlaksana karena kerja sama yang apik dari Menteri BUMN, Menteri ESDM, dan Kementerian Investasi dengan seluruh kementerian teknis. Bahlil juga menjamin bahwa seluruh proses dilakukan transparan karena diawasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
 
"Ini enggak ada lagi curiga-curiga karena semua transparan, Kepala BPKP akan periksa kami semua. Jadi Bapak Presiden, kalau ada informasi yang aneh-aneh biar Pak Ateh (Kepala BPKP) yang melakukan konfirmasi resminya karena di negara ini hanya dua, BPK dan BPKP," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif