Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dok MI/Moh Irfan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dok MI/Moh Irfan.

Luhut Semringah IBC Kantongi Investasi Rp215 Triliun untuk Baterai Listrik

Ekonomi Luhut Binsar Pandjaitan Baterai Litium Kendaraan Listrik Baterai kendaraan Listrik Indonesia Battery Corporation
Insi Nantika Jelita • 19 April 2022 15:40
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) akan mengantongi investasi USD15 miliar atau sekitar Rp215 triliun.
 
Rencana investasi tersebut berasal dari perusahaan asal Tiongkok, Ningbo Contemporary Brunp Lygen Co. Ltd. (CBL) dan perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution. CBL akan melakukan penandatanganan Framework Agreement (FA) di bidang industri litium baterai dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC).
 
"Saya sangat bahagia karena kita akan menyaksikan penandatanganan framework kerja sama antara Antam dan IBC dengan konsorsium CBL," kata Luhut dalam keterangan resminya, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Framework kerja sama yang ditandatangani ini menggambarkan kesepakatan-kesepakatan kedua belah pihak dalam membangun industri kendaraan listrik dalam negeri. Luhut menegaskan proyek tersebut bukanlah pekerjaan kecil.
 
Menurutnya, penandatanganan ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain litium baterai terbesar di dunia. Menyadari pentingnya kerja sama ini, Menko Marves meminta agar FA dipatuhi dan dilaksanakan sesuai timetable atau sesuai jadwal yang disepakati.
 
Hal tersebut disampaikannya karena rencana investasi ini dinilai masih panjang perjalanannya. Luhut juga meminta pihak project manager officer (PMO) untuk mengawal rencana investasi yang dimaksud. Terlebih, di masa mendatang juga akan dijalin kerja sama serupa dengan LG Corporations.
 
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menambahkan, proses negosiasi investasi untuk ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) ini dianggap sudah berjalan cukup lama.
 
"Kita patut bersyukur karena akhirnya kita bisa menandatangani FA," pungkasnya.
 
Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury kemudian memastikan, pemerintah akan segera mengurus proses perizinan lainnya, termasuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), untuk memperlancar FA tersebut.
 
"Pengembangan ekosistem baterai merupakan salah satu insiatif yang strategis dan ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi," ucapnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif