Produksi gandum. Foto: AFP.
Produksi gandum. Foto: AFP.

Ekonomi Terpopuler Sepekan: Larangan Eskpor Gandum India sampai Industri AS Tiarap

Arif Wicaksono • 22 Mei 2022 08:53
Jakarta: Larangan ekspor gandum India berisiko terhadap stabilitas pangan indonesia menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id dalam sepekan.
 
Berikut rangkuman selengkapnya berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id kemarin:

1.Larangan Ekspor Gandum India Berisiko Terhadap Stabilitas Pangan

Pelarangangan ekspor gandum yang dilakukan India akan berisiko terhadap stabilitas pangan RI. India melakukan kebijakan pelarangan ekspor tersebut demi mengendalikan lonjakan harga gandum di dalam negeri.
 
Baca selengkapnya di sini.

2. Sektor Industri AS Tiarap! Ini Gara-garanya

Melonjaknya harga gas alam telah meningkatkan biaya manufaktur dan transportasi di banyak industri AS. Situasinya akan tetap ada, karena Amerika Serikat mengekspor lebih banyak gas ke Eropa untuk menebus pasokan Rusia yang hilang akibat sanksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca selengkapnya di sini.

3. Pemerintah Targetkan Program Minyak Goreng Rakyat Jangkau 10 Ribu Titik

Pemerintah menargetkan program minyak goreng rakyat Rp14 ribu per liter dapat menyentuh 10 ribu titik di seluruh Indonesia. Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan saat ini program minyak goreng rakyat baru berada di 1.200 titik dan pihaknya menargetkan minggu depan sudah mencapai 5.000 titik.
 
Baca selengkapnya di sini.

4. Gara-gara Ini Rubel Rusia Berbalik Melesat

Nilai tukar mata uang rubel Rusia kembali menguat melewati level 63 terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis. Penguatan ini ditopang oleh kontrol modal serta menjelang pembayaran pajak yang biasanya memerlukan konversi ekstra mata uang asing ke rubel untuk memenuhi kewajiban lokal.
 
Baca selengkapnya di sini.

5. Sri Mulyani: Pemerintah-DPR Sepakat Tarif Listrik 3.000 VA Naik

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim pemerintah dan DPR telah menyepakati kenaikan tarif listrik untuk golongan 3.000 VA. Kenaikan ini seiring dengan naiknya harga komoditas energi di pasar internasional dalam beberapa waktu terakhir.
 
Baca selengkapnya di sini.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif