Angkasa Pura I tidak akan sikut-sikutan dalam bisnis kargo. Foto: dok MI.
Angkasa Pura I tidak akan sikut-sikutan dalam bisnis kargo. Foto: dok MI.

Kembangkan Bisnis Kargo, Angkasa Pura Takkan Sikut-Sikutan

Ekonomi angkasa pura 1 Bisnis Kargo
Suci Sedya Utami • 04 Juni 2020 22:44
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Logistik memastikan layanan bisnis air freight atau penerbangan khusus kargo yang baru saja diluncurkan tidak akan mematikan pelaku usaha lainnya yang sudah terlebih dahulu terjun di bisnis tersebut.
 
Direktur Utama AP Logistik Danny P Thaharsyah mengatakan pemain di layanan bisnis ini relatif terbatas. Ia menjelaskan kebanyakan bisnis kargo diangkut oleh penerbangan reguler yang mengangkut penumpang. Sementara yang menggunakan pesawat khusus kargo masih sangat sedikit.
 
"Rekan-rekan kami yang juga bermain di freighter khusus kargo memang sudah ada, tapi relatif terbatas. Karena kalau dilihat dari populasi khusus kargo belum (banyak), kebanyakan dari pesawat penumpang," kata Danny, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Danny mengatakan pihaknya dan para pemain lain sangat kolaboratif dalam melakukan kegiatan di bisnis ini. Ia bilang tidak ada sikut-sikutan antarpemain karena semua bersama-sama berkolaborasi untuk mengisi potensi bisnis kargo yang sangat besar yang belum dilayani secara optimal dengan pesawat khusus.
 
"Ini bisa jadi kolaborasi dan bukan sikut-sikutan. Malah bisa jadi suplemen dari pemain existing khusus air freight," tutur dia.
 
Secara terpisah, pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai Angkasa Pura tidak seharusnya ikut mengambil layanan penerbangan. Menurut Arista layanan air freight merupakan jatah para maskapai.
 
Apalagi saat ini maskapai pun tengah dalam kondisi yang sulit karena terjadi penurunan operasional penumpang akibat pandemi covid-19. Sehingga bisnis kargo menjadi salah satu cara bagi maskapai untuk tetap bertahan di tengah kondisi saat ini.
 
"Menurut saya AP terlalu rakus, harusnya maskapai saja. Sekarang ini dia (AP) kan sudah main di pergudangan. Kemarin-kemarin semua agen kargo teriak-teriak ketika dia masuk ke pergudangan. Eh sekarang dia masuk ke pesawat freighter," kata Arista.
 
Lebih jauh Arista menambahkan hal ini pun diperparah dengan tidak adanya kebijakan diskon yang diberikan oleh Angkasa Pura untuk meringankan beban maskapai. Misalnya saja maskapai tetap bayar biaya parkir di bandara yang ia taksir dalam semalam bisa mencapai Rp2 juta. Serta biaya-biaya lainnya yang tetap dikenakan pada maskapai.
 
"Sementara dia enggak ngasih diskon. Ini yang saya sewot banget. Di bandara enggak ada yang gratis," jelas Arista.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif