NEWSTICKER
Ilusrasi. Foto: Antara/ Muhamamd Ibnu Chazar
Ilusrasi. Foto: Antara/ Muhamamd Ibnu Chazar

Kebijakan Kerja di Rumah Bikin Konsumsi LPG di Jatim Naik

Ekonomi pertamina gas elpiji virus corona
Suci Sedya Utami • 26 Maret 2020 12:49
Surabaya: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mencatat terjadi peningkatan konsumsi produk LPG di Provinsi Jawa Tmur.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan, peningkatan untuk LPG subsdi 3 kg hingga tujuh persen dari rata-rata konsumsi harian yang normalnya sebesar 3.900 metrik ton (MT). Kemudian produk LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg dari sektor konsumsi rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 34 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 165 MT.
 
Rustam mengatakan peningkatan terjadi sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah dan melakukan social distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus korona (covid-19).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indikasi peningkatan konsumsi LPG ini salah satunya disebabkan peningkatan kegiatan masyarakat yang memasak sendiri makanan di rumah, seiring dengan anjuran Pemerintah tersebut," kata Rustam dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Di sisi lain, berdasarkan catatan pada periode yang sama, terjadi penurunan konsumsi BBM di masyarakat melalui SPBU. Penurunan konsumsi BBM jenis Produk Gasoline (Premium dan Perta Series) pada tiga hari terakhir yakni 22-24 Maret sebesar sembilan persen dari rata-rata konsumsi harian normal yang sebesar 12.800 kiloliter (KL).
 
Sedangkan untuk BBM jenis Produk Gasoil (Biosolar dan Dex Series) pada periode yang sama relatif stabil, dengan rata-rata konsumsi harian sebesar 6.000 KL untuk seluruh wilayah Jawa Timur.
 
Kondisi ini bisa menggambarkan secara umum bahwa masyarakat sudah mulai memahami pentingnya anjuran pemerintah, agar masyarakat mendukung dan mensukseskan gerakan #DiRumahAja yang telah diperpanjang hingga awal April.
 
Pertamina berupaya agar BBM dan LPG terus tersedia untuk memenuhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Dalam keadaan ini, Pertamina terus memantau penyaluran BBM dan LPG, khususnya untuk di wilayah Jawa Timur.
 
Rustam menyatakan Pertamina telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan pasokan ke daerah-daerah tertentu. Ia bilang sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi tetap berjalan baik.
 
"Kami juga mengimbau agar konsumen membiasakan bertransaksi secara cashless dengan penggunaan aplikasi MyPertamina, untuk mengurangi potensi penyebaran virus melalui uang tunai," tambah Rustam.
 
Lebih lanjut, kata Rustam, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif