Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi industri. Foto: Dok BPSDMI
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi industri. Foto: Dok BPSDMI

Kemenperin Perkuat Kualitas SDM dengan Pelatihan Vokasi Industri

Eko Nordiansyah • 30 November 2022 21:51
Jakarta: Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing merupakan salah satu kunci utama meningkatkan produktivitas dan kinerja industri. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mendorong agar penguatan SDM dilakukan bersama-sama.
 
Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan mengatakan, pihaknya menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi industri serta penyiapan infrastruktur kompetensi sektor industri. SDM yang disiapkan juga disesuaikan dengan kebutuhan industri.
 
Penyelenggaraan pelatihan vokasi industri sudah dilakukan oleh BPSDMI sejak 2014 melalui program Pelatihan 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan). Hingga 2021, sudah ada 225 ribu orang yang dihasilkan melalui program tersebut untuk berbagai sektor industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program yang awalnya ditujukan hanya untuk penyiapan calon tenaga kerja pada perusahaan industri (skilling), telah dikembangkan pula untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja baik up-skilling maupun re-skilling," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 30 November 2022.
 
Terdapat tujuh Balai Diklat Industri Kemenperin yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yang menyelenggarakan Diklat 3 in 1. Kegiatan ini juga dilakukan di kota-kota lainnya sehingga manfaat pelatihan dapat dirasakan secara merata.
 
"BPSDMI juga aktif menyiapkan infrastruktur kompetensi yang dibutuhkan oleh sektor industri. Hal ini dilakukan agar roda industri Indonesia benar-benar digerakkan oleh tenaga kerja industri yang kompeten," ujar Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Tirta Wisnu Permana.
 
Dukungan ini meliputi ketersediaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) beserta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Asesor Kompetensi serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi.
 
Baca juga: Kemenperin Keluarkan Terobosan untuk Permudah Aturan Verifikasi TKDN

 
Hingga saat ini terdapat 177 SKKNI, 16 KKNI dan 84 LSP sektor industri. BPSDMI juga melakukan fasilitasi penyiapan asesor kompetensi kepada 1.075 orang serta fasilitasi sertifikasi kompetensi kepada 33 ribu tenaga kerja industri sejak 2015 hingga 2022.
 
Program itu tidak terlepas dari peran dan kerja sama industri. Karenanya, Kemenperin menggandeng industri melalui kegiatan Temu Industri untuk membagikan pengalaman dalam implementasi infrastruktur kompetensi pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi industri.
 
"Dengan kolaborasi dan sinergi yang baik antar seluruh pihak, baik asosiasi industri/profesi, perusahaan mitra industri, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Kementerian/Lembaga Pusat dan Daerah, instansi dalam dan luar negeri akan membawa percepatan pembangunan SDM Industri Nasional," ujar Wisnu.

 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif