Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumen Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumen Kemenko Perekonomian.

Pemerintah Atur Strategi Hadapi 2023

Annisa ayu artanti • 07 Desember 2022 15:30
Jakarta: Pemerintah menyatakan telah menyiapkan berbagai upaya dan langkah strategis untuk menjaga ekonomi dari terpaan ketidakpastian global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan beberapa upaya yang telah dilakukan saat ini mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.
 
Ia menyebutkan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi G20, membuat Indonesia memiliki kemampuan untuk terus mengakselerasi pemulihan perekonomian.
 
Tercatat pada kuartal III-2022, pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai angka 5,72 persen year on year (yoy) dan diproyeksikan sebesar 5,2 persen (yoy) pada akhir tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kemudian kita harus mempersiapkan mengenai rantai pasok, memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, dan cuaca ekstrem. Terkait inflasi, inflasi diperkirakan terkendali dan kemarin sesudah 5,9 persen, kemudian 5,72 persen, dan terakhir 5,42 persen, dan diperkirakan sampai  akhir tahun bisa 5,34 persen hingga 5,5 persen. Tentu ini yang harus diperhatikan,” ujar Airlangga dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 7 Desember 2022.
 
Baca juga: Investasi Jadi Harapan Utama Dongkrak Ekonomi di Tengah Krisis Global 

Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional 2023 sebesar 5,3 persen, sejalan dengan proyeksi pada rentang 4,7 persen hingga 5,1 persen dari berbagai lembaga internasional.
 
Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2023 tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan outlook perekonomian global 2023 yang diperkirakan berada pada kisaran 2,2 persen hingga 2,7 persen.
 
“Beberapa hal terkait penanganan covid-19, kita relatif baik, untuk vaksinasi dosis 1 sebesar 86,8 persen, dosis 2 sebesar 74,3 persen, dosis 3 sebesar 28,62 persen, dan dosis 4 sekitar empat persen. Kemudian kita melihat seluruh kabupaten dan kota ditetapkan dalam PPKM Level 1 dan melihat kondisi yang ada, Kementerian Kesehatan akan melakukan sero survey lagi dan dari sero survey Pemerintah akan melakukan langkah-langkah lanjutan,” jelasnya.
 
Airlangga juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo terkait peningkatan cadangan pangan nasional dengan memperhatikan ketersediaan berbagai komoditas bahan pangan pokok. Pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas pembiayaan bagi BULOG dan IDFood dengan nilai pinjaman yang memiliki rate lebih rendah dari rate pasar.
 
Selain itu, Bank Indonesia juga diminta untuk membuat mekanisme agar pada periode tertentu cadangan devisa dapat disimpan dan diamankan di dalam negeri.
 
Di samping itu, pemerintah cuka menyiapkan mekanisme perencanaan implementasi B35 atau biodiesel 35 persen untuk tahun 2023, agar dapat dibuat untuk mengoptimalkan penggunaan B35 dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak, mengingat harga biofuel yang relatif dibawah kenaikan harga BBM dunia.
 
Lebih lanjut, Indonesia juga akan mempercepat berbagai perizinan investasi serta pengembangan ekosistem hulu dan hilir dari Electric Vehicle (EV) mulai dari baterai hingga industri otomotif berbasis EV, perencanaan roda empat atau roda dua, perencanaan ekosistem, maupun insentif yang perlu diberikan.
 
”Oleh karena itu, terkait dengan ekosistem ini diminta untuk mendalami berbagai komoditas baik itu bauksit, aluminium, maupun nikel beserta integrasi ekosistemnya dalam bentuk EV baterai yang tentu membutuhkan nikel, kobalt, mangan, dan komoditas lain,” jelasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif