Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Foto: Medcom.id/Yurike.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Foto: Medcom.id/Yurike.

Ternyata, Masih Banyak yang Salah Paham dengan BP2MI

Yurike Budiman • 20 September 2022 15:29
Jakarta: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan Indonesia melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan berbagai fasilitas untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini bertujuan untuk mengedepankan nama baik bangsa di mata negara lain. Namun ia menilai selama ini banyak yang salah paham dengan BP2MI.
 
"Semua masih salah paham, dikira ini (BP2MI) lembaga parsial yang tidak terlalu signifikan, sehingga kadang-kadang anggaran kita sangat terbatas. Padahal ini (BP2MI) lembaga yang sangat penting untuk nama baik bangsa kita," kata Cak Imin usai menghadiri pelepasan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk Korea Selatan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikutip Selasa, 20 September 2022.
 
Cak Imin mengatakan, jika negara ingin memberikan perlakuan hormat dan devisa negara yang besar, maka seharusnya pemerintah dapat memberikan perhatian yang besar juga terhadap sarana dan prasarana pekerja migran.
 
Baca juga: Jadi Modus Penipuan, Waspadai Kerja di Luar Negeri Via Online

Dia berharap BP2MI, Kementerian Keuangan, dan Komisi IX DPR dapat terus bersinergi memastikan peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kompetensi tenaga kerja kita ditingkatkan, fasilitas sarana dan prasarana dukungan negara kepada PMI harus meningkat. Maka dari itu sangat penting untuk dipahami Kementerian Keuangan, Komisi IX DPR, sebagai penentu anggaran untuk memperhatikan betul BP2MI," kata Cak Imin.
 
Ketua BP2MI Benny Ramdhani mengatakan momen pelepasan PMI yang sudah dilakukan kerap mengundang pejabat penting. Hal ini bertujuan untuk memberi motivasi PMI dari orang-orang penting hingga membuat para calon pekerja yang sudah mendapat pembekalan semakin percaya diri.
 
"Ini penghormatan yang negara berikan pada mereka. Dan mereka layak diberikan penghormatan seperti ini. Ini juga kita lawan narasi dan propaganda yang menempatkan mereka secara tidak resmi," kata Benny.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif