Panen raya kentang program Agrosolution Pupuk Kaltim di Kabupaten Malang Jawa Timur. Foto: dok Pupuk Kaltim.
Panen raya kentang program Agrosolution Pupuk Kaltim di Kabupaten Malang Jawa Timur. Foto: dok Pupuk Kaltim.

Wuih, Agrosolution Pupuk Kaltim Bikin Produktivitas Kentang Naik Jadi 33,9 Ton/Ha

Husen Miftahudin • 25 September 2022 20:43
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Agrosolution kembali berhasil meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya komoditas kentang di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
 
Program ini menggandeng Kelompok Tani Gemah Ripah II Desa Ngantru Kecamatan Ngantang, dengan hasil rata-rata mencapai 33,9 ton per hektare (ha). Keberhasilan tersebut ditandai panen raya oleh Manajemen Pupuk Kaltim bersama Pemkab Malang dan HKTI Jawa Timur.
 
SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi mengungkapkan panen raya program Agrosolution di Desa Ngantru ini merupakan yang kedua atas program pendampingan yang dilakukan Pupuk Kaltim bagi petani setempat, yang diawali pada 2021 lalu dengan hasil rata-rata 19 ton per ha dari sebelumnya 15 ton per ha. Keberhasilan program tahap pertama itu pun menunjukkan kenaikan produktivitas pertanian sebesar 25 persen, yang melibatkan 110 petani dengan total lahan 124,5 ha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program Agrosolution kembali dilanjutkan tahun ini dan hasilnya pun jauh lebih signifikan sebesar 33,9 ton, atau dua kali lipat dari pendampingan sebelumnya. Ini sebuah pencapaian yang sangat baik, sekaligus membuktikan petani mampu produktif dalam mengoptimalkan lahan garapan," ujar Meizar dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 September 2022.
 
Dijelaskan Meizar, program Agrosolution merupakan upaya pemerintah bersama BUMN untuk memberikan pendampingan kepada petani, guna meningkatkan produktivitas hasil serta pendapatan petani melalui penggunaan input pertanian nonsubsidi. Program ini terbukti mampu mendorong produktivitas hasil pertanian seperti padi, kakao, kelapa sawit, tebu dan jagung di berbagai daerah, yang turut dibarengi naiknya keuntungan petani.
 
"Begitu juga panen kali ini, bisa dihitung potensi pendapatan petani. Jika satu kilogram (kg) kentang di harga Rp7.700 maka didapati Rp261 juta untuk 33,9 ton hasil panen. Dikurangi modal Rp90 juta, maka keuntungan petani mencapai Rp170 juta. Inilah salah satu upaya Pupuk Kaltim untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia," papar Meizar.
 
Baca juga: Petani, Simak Deh! Program D'Komposer Pupuk Indonesia Bisa Perbaiki Kualitas Tanah Lho..

 
Pada kesempatan itu, turut diresmikan Kampung Agrosolusi Pelangi di Desa Ngantru, yang dikonsep sebagai area percontohan pertanian kentang di Kabupaten Malang. Melalui gagasan ini, kelompok tani dari berbagai wilayah lain di Jawa Timur dapat belajar untuk pengembangan produktivitas kentang, sekaligus bergabung dalam program Agrosolution.
 
Meizar pun berharap seluruh stakeholder terkait terus memberikan dukungan pada program ini, sehingga produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani semakin meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Selain meningkatkan kesejahteraan petani, program Agrosolution juga digagas untuk menciptakan petani mandiri agar kedepan tidak lagi tergantung pada pupuk subsidi," tandas Meizar.
 
Asisten 2 Pemkab Malang Nurcahyo menilai program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengonversi pemakaian pupuk subsidi ke nonsubsidi, melalui pendampingan intensif budidaya pertanian secara terintegrasi.  "Dari program ini diharap penerapan teknologi pertanian melalui agri input nonsubsidi makin dipahami oleh para petani, sehingga potensi hasil bisa terus ditingkatkan," ujar Nurcahyo.
 
Melihat tingginya produktivitas, Nurcahyo pun mengimbau petani kentang untuk terus meningkatkan pencapaian target komoditas agar lebih maksimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini melihat potensi pemasaran kentang yang terus berkembang, sehingga proses pertanian dari hulu hingga hilir bisa terimplementasi secara berkelanjutan.
 
"Begitu juga terkait diversifikasi pangan, kentang menjadi salah satu bahan makanan yang bisa diolah dengan berbagai variasi untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadi peluang pemasaran kedepan, sehingga potensi pertanian kentang makin berdampak terhadap kesejahteraan petani," ungkap Nurcahyo.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif