Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan. Foto: MI/Ramdani

Pahami, Ini Rincian Iuran BPJS Kesehatan 2023

Annisa ayu artanti • 23 Januari 2023 15:31
Jakarta: Seiring dengan munculnya unggahan seseorang yang menunggak iuran BPJS Kesehatan 11 tahun, ada baiknya sobat Medcom memahami besaran iuran yang terdapat dalam BPJS Kesehatan.
 
Selain menjamin biaya kesehatan, BPJS Kesehatan juga menawarkan premi yang relatif lebih murah dibandingkan dengan asuransi swasta pada umumnya.
 
Ingat lho sobat Medcom, dalam membangun dan menciptakan kesehatan finansial, asuransi kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk memproteksi keuangan.

Rincian BPJS Kesehatan yang berlaku saat ini

1. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Melansir laman BPJS Kesehatan, iuran bagi peserta PBI Jaminan Kesehatan adalah sebesar Rp42 ribu per orang per bulan. Iuran tersebut dibayarkan oleh pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)
Iuran ini berlaku bagi yang bekerja pada lembaga pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar lima persen dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan empat persen dibayar oleh pemberi kerja dan satu persen dibayar oleh peserta.
 
Baca juga: Kok Bisa Ada yang Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Sampai 11 Tahun? Ini Penjelasannya..

3. Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) BUMN, BUMD, Swasta
Sama dengan sebelumnya, iuran ini berlaku bagi masyarakat yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar lima persen dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan empat persen dibayar oleh pemberi kerja dan satu persen dibayar oleh peserta.
 
4. Iuran untuk Keluarga Tambahan PPU
Iuran ini berlaku untuk keluarga tambahan PPU yang terdiri dari anak keempat dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar satu persen dari gaji atau upah per orang per bulan. Dibayar oleh pekerja penerima upah.
 
5. Peserta Mandiri
Iuran ini bagi kerabat lain dari pekerja penerima upah seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, peserta pekerja bukan penerima upah. Iuran peserta bukan pekerja adalah:
a. Sebesar Rp42 ribu per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
- Khusus untuk kelas III, pada Juli-Desember 2020, peserta membayar iuran sebesar Rp25.500. Sisanya sebesar Rp16.500 dibayar oleh pemerintah sebagai bantuan iuran.
- Per 1 Januari 2021, iuran peserta Kelas III yaitu sebesar Rp35 ribu. Sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp7.000.
b. Sebesar Rp100 ribu per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
c. Sebesar Rp150 ribu per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
 
Baca juga: Jangan Sampai Salah! Ini Tips Pilih Asuransi Kesehatan yang Tepat Buat Anak Muda

 
6. Iuran Veteran
Iuran ini untuk veteran, perintis kemerdekaan, dan janda, duda, atau anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan. Iuran ditetapkan sebesar lima persen dari 45 persen gaji pokok PNS golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh pemerintah. Adapun, pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya

Denda

Dalam laman BPJS Kesehatan dijelaskan, tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran terhitung mulai 1 Juli 2016. Denda dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap.
 
Berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020, besaran denda pelayanan sebesar lima persen dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan:
  1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan.
  2. Besaran denda paling tinggi Rp30 juta.
  3. Bagi Peserta PPU, pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja.  
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif