Ilustrasi Fintech. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi Fintech. Foto: Medcom.id.

Alternative Credit Scoring Berbasis Data Transaksi Bisa Dorong Pembiayaan UMKM di Luar Jawa

Arif Wicaksono • 28 November 2025 09:37
Jakarta: Upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di luar Pulau Jawa menjadi salah satu fokus utama dalam AFTECH & Friends of Fintech for Financial Inclusion Roundtable Discussion 2025 sebagai bagian dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025.
 
Forum ini mempertemukan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan regulator, mitra internasional, serta pelaku industri untuk membahas strategi mendorong inklusi keuangan digital yang lebih merata. Salah satu sorotan utama adalah pentingnya pemanfaatan alternative credit scoring berbasis data transaksi UMKM sebagai solusi atas keterbatasan akses pembiayaan di daerah.
 

Selama ini, pembiayaan UMKM masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal, ribuan pelaku usaha mikro dan kecil di luar Jawa memiliki aktivitas ekonomi aktif, namun sulit mengakses kredit karena tidak memiliki riwayat keuangan formal atau skor kredit di lembaga keuangan.
 
“Diskusi seperti ini menegaskan bahwa tidak ada satu lembaga pun yang dapat mendorong inklusi keuangan secara optimal tanpa kolaborasi yang terarah. Temuan AMS memberikan panduan, tetapi nilai sesungguhnya muncul ketika kita menyelaraskan inisiatif, berbagi pembelajaran, dan memetakan langkah bersama. Tantangannya terus berkembang, dan justru karena itulah kemitraan lintas pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan digital Indonesia” ujar Wakil Ketua Umum II AFTECH, Budi Gandasoebrata.

Dengan mengusung tema “Bridging the Gaps: Inclusion, Innovation, and the Future of Digital Finance,” forum ini menjadi wadah strategis bagi AFTECH untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital serta memperkuat kepercayaan publik melalui tata kelola dan ekosistem digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Data Transaksi Jadi Kunci Perluasan Akses Kredit

Dalam diskusi tersebut, para peserta mendorong pemanfaatan berbagai sumber data alternatif untuk menilai kelayakan kredit UMKM, mulai dari data transaksi penjualan di platform digital, riwayat pembayaran pada ekosistem supply chain, data e-invoicing UMKM hingga data aktivitas keuangan non-bank.
 
Pendekatan ini dinilai dapat menjadi jembatan bagi UMKM di luar Jawa yang selama ini sulit menjangkau layanan keuangan formal. Dengan analisis data transaksi real-time, lembaga keuangan dan fintech dapat membangun profil risiko yang lebih akurat, adil, dan inklusif.
 
Perwakilan lembaga internasional seperti IFC-World Bank, ILO, serta mitra dari berbagai kedutaan besar juga menekankan model penilaian berbasis data alternatif telah terbukti efektif di beberapa negara berkembang dalam mendorong pembiayaan sektor informal dan UMKM pedesaan.
 
Data dari Annual Members Survey (AMS) 2024–2025 AFTECH menunjukkan masih terjadi ketimpangan penetrasi layanan fintech antara Jawa dan luar Jawa. AMS 2024-2025 menunjukkan bahwa penggunaan fintech masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek, yang mencapai 73,77 persen.
 
Sebagian besar pengguna berasal dari kelompok pendapatan menengah dengan Rp 5-10 juta, sementara masyarakat berpenghasilan rendah atau Rp 0-5 juta masih menghadapi berbagai hambatan akses terhadap layanan keuangan yang sebenarnya paling mereka perlukan
Faktor utama penyebabnya antara lain terbatasnya infrastruktur digital, rendahnya literasi keuangan digital dan sulitnya UMKM mengakses lembaga pembiayaan akibat minimnya data formal.

Kolaborasi lintas sektor

Untuk itu, AFTECH mendorong integrasi alternative credit scoring dengan pembangunan digital public infrastructure, termasuk perluasan konektivitas internet dan interoperabilitas data lintas lembaga. Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan pendekatan berbasis data hanya bisa berhasil jika didukung kolaborasi lintas sektor.
 
“Negara-negara yang berhasil memperluas akses pembiayaan UMKM adalah mereka yang mampu menghubungkan inovasi teknologi dengan kerja sama kuat antara regulator, industri, dan mitra global. Alternative credit scoring adalah salah satu kunci untuk membuka risiko pembiayaan di luar Jawa,” ujar Pandu.
 
AFTECH berkomitmen menindaklanjuti hasil forum melalui penguatan advokasi kebijakan, mendorong integrasi data lintas ekosistem, serta mengembangkan model kolaboratif antara fintech, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM.
 
Sebagai bagian dari upaya tersebut, AFTECH juga memanfaatkan momentum BFN 2025 untuk mendorong literasi keuangan digital bagi UMKM, khususnya di wilayah non-Jawa. Melalui aplikasi Bulan Fintech Nasional, masyarakat dapat mengakses berbagai program edukasi, promo layanan fintech, hingga Virtual Job Fair sektor digital.
 
AFTECH berharap, dengan pendekatan ini, akses pembiayaan bagi UMKM tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, tetapi semakin merata ke seluruh Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan