Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Kementerian BUMN.

Erick Thohir Buat Kawasan Pelabuhan Terintegrasi untuk Penyeimbang Ekonomi

Ade Hapsari Lestarini • 12 Januari 2022 19:59
Jakarta; Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) untuk bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk melakukan optimalisasi pemanfaatan fasilitas di Terminal Multipurpose Kuala Tanjung, Sumatra Utara, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
 
Pengintegrasian antar perusahaan BUMN tersebut diyakini Erick Thohir bisa menjadi penyeimbang bagi perekonomian di Indonesia.
 
"Saya mengapresiasi pengintegrasian kawasan pelabuhan dan kawasan industri, didukung kereta api dan juga produk-produk yang dimiliki BUMN maupun pihak swasta. Saya harap ekosistem yang sedang kita bangun dapat menjadi penyeimbang ekonomi Indonesia," tulis Erick di laman instagram pribadinya, @erickthohir, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick menjelaskan, Kuala Tanjung merupakan pelabuhan terbaik di Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Karenanya, Erick ingin mengintegrasikan antara pelabuhan, kereta dan jalan tol, untuk memudahkan lalu lintas pengiriman barang dan jasa, sehingga memberikan kontribusi pada masyarakat dan negara.
 
"Kita harus mengintegrasikan antara pelabuhan, industrial estate, apalagi didukung oleh kereta api, nanti juga jalan tol, dan juga produk-produk atau industrial yang memang dimiliki oleh BUMN atau pihak swasta. Yang juga bisa bersinergi untuk membangun kawasan ini atau zona-zona lainnya," lanjut Erick.
 
Pemilihan Kuala Tanjung, sebagai pelabuhan multipurpose, yang merupakan wilayah di Sumatra, juga dipilih oleh Erick agar bisa menyebar titik pemerataan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Sehingga bisa berdampak pada pemerataan infrastruktur dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
 
"Tentu tidak mungkin juga Indonesia hanya dibangun berdasarkan Jawa Sentris. Karena itu bapak presiden sejak awal menekankan bagaimana pembangunan infrastruktur di Sumatera. Supaya Sumatra yang merupakan penduduk nomor dua terbesar di Indonesia juga punya kesempatan naik kelas," jelas Erick.
 
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadikan terminal multipurpose Kuala Tanjung sebagai pelabuhan muat dan atau pelabuhan tujuan dalam distribusi logistik, bahan baku, hasil produksi KEK Sei Mangkei dan hasil perkebunan PTPN Group, dengan mengoptimalkan penggunaan kereta api milik KAI.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif