Ilustrasi penambang batu bara. Foto: AFP/Uz Zaman.
Ilustrasi penambang batu bara. Foto: AFP/Uz Zaman.

Tenang! Harga Jual Batu Bara untuk Listrik Tetap USD70/Ton

Desi Angriani • 31 Desember 2021 18:11
Jakarta: Pemerintah tidak melakukan penyesuaian terhadap harga batu bara bagi kebutuhan listrik dalam negeri. Dengan kata lain, harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik masih dipatok sebesar USD70 per metrik ton.
 
"Kebutuhan batu bara domestik untuk listrik bagi kepentingan umum menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu untuk menjamin pasokan batu bara untuk listrik bagi kepentingan umum, pemerintah mengatur persentase minimum kewajiban DMO dan harga jual batu bara untuk listrik," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko, dalam siaran pers, Jumat, 31 Desember 2021.
 
Ia menjelaskan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 3 Tahun 2010 serta Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 bahwa prioritas batu bara sebagai sumber energi dan jaminan pasokan batu bara dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guna merealisasikan amanat tersebut, pemerintah melalui PP Nomor 96 Tahun 2021 mewajibkan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUP Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi mengutamakan kebutuhan Mineral dan/atau Batubara untuk kepentingan dalam negeri.
 
Sebagai payung hukum diterbitkan pula Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 yang mengatur lebih spesifik tentang kewajiban pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, yaitu minimal 25 persen dari rencana produksi yang disetujui dan harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebesar USD70 per metrik ton.
 
"Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tersebut, harga jual batu bara dalam negeri untuk kelistrikan umum dipatok sebesar HBA USD70 per ton. Hal ini untuk menjamin agar harga listrik tetap dapat dijangkau oleh masyarakat dengan tetap mempertimbangkan keenomian pengusahaan batu bara," tegas Sujatmiko.

Sanksi berupa larangan ekspor

Bagi perusahaan yang tidak memenuhi kontrak pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri, dikenakan sanksi berupa larangan ekspor. Ini merupakan salah satu bentuk sanksi bagi perusahaan pertambangan dan trader, dikecualikan bagi perusahaan yang tidak memiliki kontrak penjualan dengan industri pengguna batu  bara dalam negeri.
 
Larangan ekspor tersebut dapat dicabut setelah perusahaan pertambangan dan trader memenuhi pasokan batu bara sesuai dalam kontrak penjualan. Selain larangan ekspor, sanksi denda juga diterapkan kepada perusahaan batu bara yang tidak memenuhi kontrak pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri.
 
Sesuai rencana strategis Kementerian ESDM, target pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri tahun ini adalah sebesar 137,5 juta ton. Jumlah itu terdiri atas kebutuhan batu bara untuk kelistrikan umum sebesar 113 juta ton dan non kelistrikan sebesar 24,5 juta ton.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif