Ilustrasi Bio Farma. Foto: AFP.
Ilustrasi Bio Farma. Foto: AFP.

Roadmap Holding Farmasi akan Fokus Produk Bernilai Ekspor

Antara • 23 Mei 2022 16:06
Jakarta: PT Bio Farma (Persero) sebagai induk Holding BUMN Farmasi mengungkapkan peta jalan Holding Farmasi ke depannya akan masuk ke produk-produk bernilai ekspor.
 
"Peta jalan atau roadmap ke depan kami memang akan masuk kepada produk-produk yang sifatnya lebih kepada memperbaiki marjin. Kita akan masuk kepada produk-produk yang tentunya lebih dibutuhkan tidak hanya di Indonesia melainkan juga untuk nilai-nilai ekspor," ujar Direktur Bio Farma Honesti Basyir dikutip dari Antara, Senin 23 Maret 2022.
 
Contohnya, menurut Honesti, Bio Farma akan masuk ke produk-produk baru dengan standar Food and Drug Administration Amerika Serikat atau US FDA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau (produk) kita hanya BPOM standard atau WHO standard, kita tidak akan bisa masuk ke negara-negara dengan standar yang tingi seperti Amerika Serikat ataupun Eropa. Kita akan segera investasi, dan produk-produknya pun sebenarnya kita sudah punya di mana kita bermitra dengan rekan-rekan lembaga riset yang sudah siap produknya dan kita tinggal melakukan uji klinis," katanya.
 
Kimia Farma dan Indofarma juga akan seperti ini mengingat selama ini fokus di produk generik.
 
"Kita harus bisa bermain dua fungsi ini, satu sebagai agen pembangunan dan di sisi lain sebagai creating value. Investasi strategis roadmap ke depan kita akan geser bagaimana Holding BUMN Farmasi dan semua anak perusahaannya ini nantinya bisa menciptakan perusahaan yang lebih berkelanjutan ke depannya," ujar Honesti.
 
Sebagai informasi, pada tahun ini Holding BUMN Farmasi mengalokasikan total investasi atau belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp3,10 triliun. Adapun total belanja modal tersebut terdiri dari Bio Farma sebesar Rp1,87 triliun, Kimia Farma Rp1,15 triliun dan Indofarma Rp72,68 miliar.
 
"Total investasi Rp3,10 triliun ini termasuk sebesar Rp591,5 miliar investasi yang sumber dananya kita dapatkan dari Penyertaan Modal Negara atau PMN yang pernah diberikan kepada Holding pada 2020. Ini karena sifatnya sudah multi years sehingga memang kita melakukan secara bertahap dan juga program-program yang telah kami sampaikan kepada Kementerian BUMN," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif