Ilustrasi. Foto: MI/Aris Munandar
Ilustrasi. Foto: MI/Aris Munandar

Menaker Larang Pekerja Anak di Perkebunan Sawit

Desi Angriani • 23 Desember 2021 17:01
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melarang pekerja anak di industri perkebunan sawit. Pasalnya, sektor tersebut diterpa isu pekerja di bawah umur yang bekerja di atas 10 jam sehari dengan upah kecil.
 
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah anak yang bekerja pada 2020 naik menjadi 2,1 juta dari sebelumnya 1,6 juta.
 
"Dengan demikian, diharapkan kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang kuat dan berkualitas baik fisik, mental, sosial dan intelektualnya," ucapnya dalam siaran pers, Kamis, 23 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ida menjelaskan aturan bebas pekerja anak ini difokuskan pada wilayah dengan luas lahan perkebunan sawit melebihi 1.000 hektare.

Ini 7 provinsi dengan lahan sawit terbesar di Indonesia:

  1. Sumatra Utara.
  2. Sumatra Selatan.
  3. Kalimantan Barat.
  4. Kalimantan Timur.
  5. Kalimantan Tengah.
  6. Jambi.
  7. Riau.

Sebelumnya, Kemnaker telah mencanangkan Indonesia bebas pekerja anak di berbagai tempat seperti Kawasan Industri Makassar (KIMA) 2014, Kabupaten Gianyar bebas pekerja anak 2015, Karawang International Industrial City (KIIC) 2017, Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) 2018 dan 2020.
 
"Satu hal yang terus dikembangkan adalah bagaimana berkolaborasi dan bersinergi dengan pelaku usaha atau dunia usaha untuk bersama-sama melakukan penghapusan pekerja anak," tambahnya.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif