ATPM Isuzu perkuat layanan purna jual. Foto: dok Isuzu.
ATPM Isuzu perkuat layanan purna jual. Foto: dok Isuzu.

ATPM Perkuat Layanan Purna Jual untuk Topang Industri Logistik

Ade Hapsari Lestarini • 10 Februari 2021 18:09
Jakarta: Pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu memaksa industri melakukan pengalihan (shifting) jauh lebih cepat dari perkiraan orang. Perubahan kebiasaan dari transaksi offline ke online telah mendorong industri logistik dan kurir bertumbuh sangat signifikan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bisnis transportasi dan pergudangan tumbuh 24,28 persen pada kuartal III-2020. Di sisi lain, data Kementerian Keuangan menyebutkan segmen logistik di 2020 relatif stabil. Transaksi pembelian lewat e-commerce naik 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan nilai naik 9,9 persen menjadi Rp20,7 triliun.
 
Kondisi itu mendorong Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Isuzu sebagai salah satu produsen kendaraan komersial di Indonesia lebih proaktif dalam memberi pelayanan purna jual, sehingga kegiatan bisnis pelanggan korporasi khususnya di bidang logistik dan kurir tetap terus berjalan. Malah, pihak ATPM Isuzu aktif melakukan jemput bola dalam memberi layanan service di tempat customer. Lewat cara ini, diharapkan kinerja customer tetap terjaga dan lebih efesien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sesuai dengan tagline Isuzu, 'Real Partner Real Journey', kami terus berupaya menjadi mitra strategis pelanggan untuk mendukung kegiatan bisinis mereka lebih efektif dan efisien. Apalagi, Isuzu selama ini dikenal sebagai produsen mobil diesel yang irit, bandel, dan mudah perawatannya. DNA Isuzu yang sudah terkenal sejak Isuzu Panther inilah yang kami kembangkan pada kendaraan komersial Isuzu," kata Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Jap Ernando Demily, Rabu, 10 Februari 2021.
 
Ernando menjelaskan dengan menerapkan 4 R (Reaction, Recession, Rebound, dan Reimagine) serta bekerja sama dengan para mitra Isuzu, maka pada tahun lalu Isuzu bisa meraih hasil yang baik. Dikatakan, pangsa pasar kendaraan komersial Isuzu pada 2020 tercatat sebesar 3,1 persen atau 17.855 unit meningkat 0,7 persen dibanding 2019. Isuzu Traga pada 2020 mencatat pangsa pasar 27,1 persen atau 6.660 unit, Isuzu Elf 22,4 persen atau 8.596 unit, Isuzu Elf Bus mencapai 69 persen atau 1.312 unit, dan Isuzu Giga 13,2 persen atau 1.292 unit.

Jemput bola

Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril menjelaskan upaya jemput bola servis lewat layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) atau B2B ini akan terus ditingkatkan di 2021. Sebab, dengan cara itu, konsumen tak perlu kehilangan waktu jika unit kendaraannya harus mendatangi bengkel untuk melakukan servis. Bagi pelanggan hal tersebut jelas lebih efisien dan efektif.
 
Sebab, kendaraan komersial, tuturnya, biasanya memiliki jadwal jalan sangat padat. Sehingga, terkadang mereka sulit mencari waktu untuk sekadar servis rutin. Karena itu, dengan BIB, maka teknisi Isuzu yang mendatangi konsumen untuk melakukan servis. Bahkan, di sela-sela waktu mereka menunggu antrian untuk mengisi muatan bisa dilakukan servis rutin.
 
"Tak hanya itu, kita juga pernah melakukan servis di jalan tol dan di tengah hutan terhadap mobil konsumen yang memang membutuhkan servis. Itulah mengapa pada 2020 lalu, pelayanan BIB tumbuh 25-30 persen. Ternyata setelah kita proaktif mendatangi konsumen, kita mendapatkan sambutan yang sangat positif," jelasnya.
 
Selain BIB, pada 2021 ini, Isuzu juga akan memperkuat jaringan bengkel mitra untuk mempersempit jarak jangkauan pelayanan agar konsumen mendapatkan pelayanan lebih cepat. Saat ini terdapat 45 bengkel mitra Isuzu yang tersebar di sejumlah termpat.
 
Demikian pula dengan toko suku cadang Isuzu yang terus ditingkatkan. Toko suku cadang Isuzu saat ini tercatat sebanyak 1.300 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus ditingkatkan. Tujuannya agar konsumen dalam menjalankan bisnis kian mudah mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan jika mengalami kerusakan di perjalanan, terutama suku cadang fast moving. Dengan demikian, waktu tunggu bisa dipersingkat agar kegiatan bisnis mereka tidak terganggu. 

Optimistis

Berdasarkan data Gaikindo, realisasi penjualan otomotif pada 2020 tercatat sebesar 578.306 unit dari target 600 ribu unit. Jumlah tersebut turun 44,6 persen dibanding 2019. Khusus segmen komersial untuk penjualan retail pada 2020 lalu terjadi penurunan sebesar 37,8 persen. Kendati demikian, Isuzu mencatat penurunan lebih kecil dari yang dibukukan sektor komersial yakni 29,5 persen. Bahkan, untuk produk Isuzu Traga malah mencatat kenaikan pangsa pasar dari 15,8 persen atau 6.151 unit di 2019 menjadi 27,1 persen atau 6.660 unit di 2020 atau mengalami pertumbuhan year to date sebesar 8,3 persen.
 
Pemerintah optimistis sektor manufaktur akan tumbuh positif tahun ini setelah sempat terpuruk di 2020 sebagai dampak dari pembatasan aktivitas masyarakat untuk mengendalikan perluasan pandemi covid-19. Kondisi tersebut diharapkan dapat berdampak positif terhadap sektor pendukungnya, terutama bisnis logistik.
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan saat pandemi covid-19 tahun lalu, sektor industri menjadi penyumbang PDB terbesar, yaitu 19,86 persen. Industri pengolahan nonmigas menyumbang 17,9 persen. Karena itu, Agus optimistis pertumbuhan industri manufaktur tahun ini akan kembali mencatat hasil positif. Indikasinya, seluruh subsektor manufaktur kembali bergariah.
 
"Kami memproyeksikan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir empat persen atau 3,95 persen. Optimisme tersebut sejalan dengan investasi di industri pengolahan nonmigas yang masih tumbuh positif pada 2020," katanya, pada Selasa, 21 Januari 2021 lalu.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif