Menteri ESDM Arifin Tasrif menunjukan bio solar B40. Foto: Kementerian ESDM
Menteri ESDM Arifin Tasrif menunjukan bio solar B40. Foto: Kementerian ESDM

Kementerian ESDM Targetkan Pengujian B40 Rampung pada Desember 2022

Annisa ayu artanti • 22 November 2022 15:34
Jakarta: Persiapan B40 sudah hampir selesai. Sebagian kendaraan B40 dan B30D10 sudah selesai uji jalan sejauh 50 ribu km dan saat ini sedang dilakukan overhaul dan rating kendaraan.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pada Desember 2022 mendatang, laporan teknis pengujian B40 dan B30D10 selesai.
 
"Setelah dilepas secara langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 27 Juli 2022 lalu, test uji jalan B40 dan B30D10 sudah dilaksanakan melalui beberapa rangkaian test dan uji. Dalam pelaksanaanya kita sudah melakukan monev ada di Lembang kemudian ada juga pengujian juga di Dieng," kata Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi Edi Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain melakukan uji tes jalan dengan jarak 50 ribu km untuk kendaraan <3,5 ton dan 40 ribu km untuk kendaraan >40 ton, juga telah dilakukan uji cold startability, dan berbagai pengujian lainnya di daerah panas dan dingin agar sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia.
 
Baca juga: Kementerian ESDM Rilis Hasil Uji Solar B40 di Dataran Tinggi, Ini Catatannya 

"Sesuai dengan harapan bapak menteri (Arifin Tasrif) yang meminta untuk melakukan pengujian di daerah yang lebih dingin daripada di Dieng maka kami akan kembali melakukan pengujian di Gunung Bromo. Test ini kami lakukan agar mewakili seluruh wilayah Indonesia ada yang temperaturnya tinggi dan ada yang rendah," imbuhnya.
 
Ketua Tim Peneliti Uji Jalan B40 dari LEMIGAS Cahyo Setyo Wibowo menegaskan, setelah dilakukan overhaul, peninjauan semua hasil pengujian bahan bakar B40 dan B30D10 tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap komponen mesin kendaraan uji P1 dan tidak berdampak negatif pada performa kendaraan uji sampai dengan uji jalan 50 ribu Km.
 
"Tidak ditemukan keausan komponen mesin yang teridentifikasi pada kendaraan uji P1 yang menggunakan bahan bakar B40 dan B30D10 setelah uji jalan sampai dengan 50 ribu Km. Hasil pengukuran komponen mesin seperti ring gap, side ring clearance dan cylinder bore liner secara keseluruhan memenuhi spesifikasi limit batasan maksimum sesuai dengan buku manual mesin pabrikan," ujar Cahyo.
 
Cahyo menambahkan, penilaian secara visual, scratch yang terjadi pada skirt piston mesin kendaraan uji P1 bahan bakar B40 dan B30D10 dianggap sebagai hal yang normal dalam proses pembakaran di ruang bakar mesin dan scratch tersebut bukan disebabkan oleh bahan bakar.
 
Seperti diketahui, formulasi bahan bakar yang digunakan dalam Road Test B40 adalah B30D10 dengan formula campuran 30% Biodiesel + 10% Diesel Nabati/Diesel Bio Hidrokarbon/HVO (D100) + 60% Solar (B0) dan B40 dengan formula campuran 40% Biodiesel + 60% Solar (B0).
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif