Manajer Unit Layanan Pelanggan PLN Labuan Bajo Gede Ambara Natha mengatakan saat ini daya mampu energi yang mencapai 37,6 megawatt (MW) masuk ke dalam sistem kelistrikan wilayah Flores Barat.
"Daya mampu 37,6 MW dengan cadangan mencapai tiga MW," kata Gede di Labuan Bajo, dikutip dari Antara, Selasa, 15 Juni 2021.
Awal Juli 2021, PLN akan melakukan interkoneksi dengan sistem kelistrikan di Flores Timur dengan daya tambahan 18 MW yang menjadikan Labuan Bajo surplus energi mencapai 21 MW.
Suplai kelistrikan dari banyak sumber energi merupakan layanan perseroan dalam mendukung pengoperasian infrastruktur vital yang menunjang sektor pariwisata.
"Ketersediaan energi mencukupi bahkan surplus untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo," kata Gede.
Pembangkit terbesar yang mendukung keandalan sistem kelistrikan di Labuan Bajo bersumber dari mesin gas (PLTMG) Rangko berkapasitas 23 MW.
Terdapat pula Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ulumbu dengan kapasitas daya mencapai 10 MW yang mengandalkan energi ramah lingkungan.
"Kami punya beberapa pembangkit energi baru terbarukan, di antaranya PLTP Ulumbu dan beberapa pembangkit mikro hidro," kata Gede.
Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Labuan Bajo semenjak dinobatkan sebagai satu dari lima destinasi super prioritas dan premium di Indonesia.
Labuan Bajo dipilih karena destinasi itu punya banyak potensi wisata yang terkenal di kalangan turis lokal hingga mancanegara, seperti Taman Nasional Komodo dan destinasi snorkeling serta diving melihat ikan pari manta.
Selain untuk memanjakan wisatawan, proyek pengembangan yang sekarang sedang dilakukan juga diperuntukkan untuk menyiapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan Asian Summits pada 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News