Menteri Perdagangan Agus Suparmanto - - Foto: Antara/ Desca
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto - - Foto: Antara/ Desca

Mendag Sebut Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Lebaran

Ekonomi harga sembako bahan pokok kementerian perdagangan Idulfitri 2020
Ilham wibowo • 22 Mei 2020 18:46
Jakarta: Menteri Perdagang Agus Suparmanto mengklaim harga dan stok kebutuhan bahan pokok stabil menjelang momentum Lebaran. Mayoritas harga sejumlah bahan pokok tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) di pasar tradisional maupun ritel modern.
 
"Kebutuhan bahan pokok ini saya nyatakan masih aman dan cukup sampai Lebaran. Harga-harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dengan bulan sebelumnya, terutama beras minyak goreng tepung terigu kacang kedelai daging sapi dan cabai masih," kata Agus kepada Medcom.id, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Agus menjelaskan penurunan harga terjadi pada kelompok ayam ras, cabai merah kriting, cabai merah rawit dan bawang putih. Akan tetapi harga bawang merah masih cukup tinggi karena stok panen hasil sebelumnya mengalami penurunan atau tidak sesuai dengan perkiraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Produksi bawang merah di brebes dan berbagai sentra produksi lainnya juga diperkirakan turun 10 persen. Sementara stok panen sebelumnya banyak mengalami kerusakan seperti halnya dilaporkan Asosiasi Bawang Merah Indonesia," paparnya.
 
Stok komoditas beras juga dipastikan cukup untuk Lebaran lantaran akan ada tambahan stok panen raya pada Juni 2020. Agus memastikan pihaknya terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat dengan penyerap produksi dalam negri.
 
Adapun dalam kebijakan harga yang tertuang dalam Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.
 
Harga gula pasir ditetapkan Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp12.500 per kg, daging beku Rp80.000 per kg, dan bawang merah Rp30.000 per kg.
 
Kemudian harga eceran tertinggi (HET) beras juga diatur dengan rincian Jawa, Sumatra, Sulawesi, Lampung, Bali dan NTB beras HET premium Rp12.800 dan medium Rp9.450 per kilogram. Sedangkan Kalimantan dan NTT HET beras premium ditetapkan Rp13.300, dan beras medium Rp9.950.
 
"Adapun Maluku dan Papua HET beras Premium Rp13.600 dan medium Rp10.250 per kilogramnya," tuturnya.
 
Sementara itu, stok beras nasional berdasarkan laporan Bulog dan Kementerian Pertanian mencapai 3,3 juta ton, atau cukup hingga Lebaran 2020 ini.
 
Agus pun meminta Perum Bulog untuk menyalurkan beras premium ke pasar-pasar rakyat dan ritel modern untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Beras medium rata-rata realisasinya tersalurkan sekitar 6.476 ton per hari kerja.
 
"Stok beras tersebut adalah stok gabungan di Perum bulog, penggilingan, pedagang Pasar Induk Cipinang dan lumbung pangan masyarakat," ungkapnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif