Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar. Foto: dok MRT.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar. Foto: dok MRT.

Mengapa MRT Penting untuk Jakarta?

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 12 Agustus 2020 17:18
Jakarta: Setelah sukses dengan pembangunan fase pertama, MRT langsung menggarap proyek fase kedua, yang dimulai 15 Juni 2020 dan diprediksi selesai Maret 2025. Proyek ini layak didukung semua pihak karena MRT memberikan berbagai keuntungan bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitar Jakarta.
 
Yang pasti, MRT akan membantu mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar menjanjikan jika pembangunan MRT fase dua selesai, masyarakat akan menghemat waktu secara signifikan.
 
"Jika selama ini jalur Lebak Bulus-Kota harus ditempuh selama dua hingga dua setengah jam, dengan MRT nantinya hanya perlu 45 menit," kata William, dalam Forum Jurnalis MRT Agustus 2020 di Jakarta, Rabu, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, MRT akan meningkatkan mobilitas yang mendorong peningkatan produktivitas karena menurunnya waktu tempuh perjalanan masyarakat. Menurut Wiliam, pada akhirnya keberadaan MRT akan menciptakan efisiensi biaya.
 
"Sebab, kehadiran MRT bisa mengurangi biaya transportasi masyarakat. Sebagian pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke MRT. Hal itu juga berarti terjadinya penurunan biaya operasional dan maintenance infrastruktur jalan raya," tegasnya.
 
Sedangkan dari segi penumpang, lima tahun ke depan MRT -yang akan beroperasi pukul 05.00 hingga pukul 24.00- mampu mengangkut 551 ribu penumpang setiap hari. Hal itu berdasarkan kajian Basic Engineering Design Fase 2 pada 2012.
 
Tidak hanya itu, MRT selanjutnya akan menghasilkan penurunan emisi gas karbon di Jakarta yang berarti berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup. Dengan MRT, terjadi penurunan emisi 2,77 juta ton CO2e per tahun. Angka itu sama dengan 3,8 persen dari total target penurunan emisi (26 persen) bidang energi dan transportasi di Indonnesia. Menurut William, hal itu merupakan hasil perhitungan Proyek Fase 1 dan Fase 2 MRT Jakarta berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Menyerap Banyak Pekerja

Selain itu, pembangunan MRT juga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk fase dua periode 2020 misalnya, dengan nilai proyek sebesar Rp1,55 triliun, tenaga kerja yang diserap mencapai 356 orang. Selanjutnya, periode 2021, dengan nilai proyek sebesar Rp3,59 triliun, maka tenaga yang diserap mencapai 1.259 orang. Di tengah banyaknya pekerja yang kena PHK akibat covid-19, tentu saja angka tersebut sangat berarti.
 
Selanjutnya, kehadiran MRT mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal itu terjadi sebagai dampak positif dari kehadiran TOD (Transit Oriented Development) di sekitar MRT. "Sebab, keberadaan TOD dapat meningkatkan aksesibilitas antar moda dengan kawasan di sekitarnya," jelas William.
 
MRT juga disebutnya dapat mendukung perkembangan industri konstruksi secara umum sekaligus dapat mendorong pertumbuhan investasi asing. William juga menyoroti dampak lain yang sudah terbukti dengan selesainya fase pertama.
 
"Masyarakat misalnya dipaksa untuk disiplin karena adanya MRT terbukti bisa menjaga 100 persen on time performance. Mereka juga dididik untuk tertib memilih tempat masuk dan keluar dari gerbong MRT," katanya.
 
Masih berkaitan dengan disiplin, MRT mendidik masyarakat untuk selalu antre, tidak makan-minum di dalam gerbong, menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Khusus selama pandemi covid-19, MRT juga memaksa penggunanya untuk tertib memakai masker, menjaga jarak, tidak berbicara atau menggunakan handphone di dalam gerbong, dan selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dan air.
 
Protokol kesehatan tersebut juga berlaku bagi pengguna MRT maupun semua petugas, baik di lapangan maupun di kantor (office). Karena itulah MRT terbukti menjadi alat transportasi umum yang aman dari covid-19.
 
"Yang juga menarik, MRT mendorong masyarakat untuk berjalan kaki sehingga hidupnya lebih sehat," tutur William.
 
Masyarakat pun suka rela berjalan kaki karena jalurnya yang bersih, hijau, dan rapih.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif