Maskapai penerbangan Lion Air Group menyatakan tarif tiket pesawat yang dijual tidak melebihi ketentuan Kemenhub. Foto: Dok. Lion Air
Maskapai penerbangan Lion Air Group menyatakan tarif tiket pesawat yang dijual tidak melebihi ketentuan Kemenhub. Foto: Dok. Lion Air

Lion Air Jamin Tarif Penerbangan Mengikuti Aturan Kemenhub

Ekonomi lion air kppu
Suci Sedya Utami • 24 Juni 2020 18:30
Jakarta: Maskapai penerbangan Lion Air Group menyatakan tarif tiket pesawat yang dijual tidak melebihi ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang berlaku.
 
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan masih menjual harga tiket pesawat udara sesuai dengan aturan regulator yang berlaku, yakni Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
 
"Dalam penentuan harga jual tiket pesawat udara kelas ekonomi dalam negeri, Lion Air Group tidak pernah bekerja sama dan menentukan dengan pihak lain (di luar perusahaan). Formulasi penghitungan yang digunakan adalah wajar dan sesuai keterjangkauan kemampuan calon penumpang membayar berdasarkan kategori layanan maskapai," kata Danang dalam keterangan resmi, Rabu, 24 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Danang menjelaskan untuk harga jual tiket pesawat udara saat ini merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga jual tiket pesawat. Komponen harga jual tiket pesawat udara sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung (non-stop) terdiri dari tarif angkutan udara (fluktuasi dalam koridor tarif batas atas dan tarif batas bawah), pajak (government tax) 10 persen dari tarif angkutan udara, dan iuran wajib asuransi Jasa Raharja (IWJR),
 
Kemudian Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax yang besarannya berbeda-beda mengikuti bandar udara di masing-masing kota. Sehingga jika ada perubahan pada tarif PSC akan mempengaruhi nominal pada harga tiket. Serta biaya tambahan (surcharge).
 
Pernyataan Lion Air berbarengan dengan pernyataan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyebut ada tujuh maskapai bermasalah. Maskapai yang dimaksud melakukan kartelisasi terhadap harga tiket kelas ekonomi dalam negeri.
 
Berdasarkan keterangan tertulisnya, KPPU menyebut tujuh maskapai tersebut adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, PT NAM Air, PT Batik Air, PT Lion Mentari, dan PT Wings Abadi.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif