Ilustrasi. Foto: Dok. Pertamina
Ilustrasi. Foto: Dok. Pertamina

Pengembangan Kilang Balikpapan Capai 16,32%

Suci Sedya Utami • 28 Mei 2020 09:43
Jakarta: PT Pertamina (Persero) tetap menuntaskan proyek strategis nasional di tengah pandemi covid-19, salah satunya Refinary Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
 
Saat ini pengerjaan revitalisasi kilang tersebut progresnya telah mencapai 16,32 persen. Progres ini naik dari capaian kuartal I-2020 sebesar 15,02 persen.
 
Vice President Corporate Communicaton Pertamina Fajriyah Usman menyatakan progres RDMP Balikpapan saat ini masih sesuai jalur. Meskipun ia bilang dalam pelaksanaan pengerjaannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis nasional yang telah ditetapkan untuk terus dijalankan di tengah pandemi covid-19 serta fluktuasi harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dolar. Proyek ini penting untuk memastikan ketahanan dan kemandirian energi nasional dapat segera terwujud," ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Fajriyah menambahkan progres RDMP Balikpapan per 17 Mei 2020 meliputi empat pekerjaan yakni engineering 6,05 persen, procurement atau pengadaan 5,85 persen, konstruksi 4,38 persen, dan commisioning 0,03 persen.
 
Selain itu, tambah Fajriyah, pengerjaan proyek RDMP dan Grassroot Refinary (GRR) atau pembangunan kilang baru secara keseluruhan saat ini memperkerjakan sekitar 5.000 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut mayoritas dipekerjakan di RDMP Balikpapan.
 
Pada umumnya pekerja di RDMP Balikpapan berasal dari pekerja lokal, sehingga Pertamina harus terus menjaga keberlangsungan proyek ini agar ekonomi masyarakat di wilayah operasi bisa terus tumbuh dan bergerak maju.
 
Menurut Fajriyah, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V.
 
Proyek RDMP Balikpapan juga disinergikan dengan pembangunan New Crude Lawe-Lawe Tankage Facility dengan kapasitas penyimpanan sebesar dua juta barel.
 
Sejalan dengan kenormalan baru, Pertamina telah menyiapkan protokol perlindungan covid-19 untuk melindungi pekerja, pelanggan, pemasok serta mitra bisnis. Penerapan protokol tersebut antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker, sarung tangan, jaga jarak (social distancing) serta penyemprotan disinfektan pada seluruh area operasi.
 
"Dengan dukungan seluruh stakeholder, Pertamina akan terus menuntaskan megaproyek RDMP dan GRR sesuai target. Harapannya pada 2026 kita sudah mandiri dengan tidak lagi mengimpor BBM," pungkas Fajriyah.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif