Garuda Indonesia. Foto: Dokumen Garuda Indonesia
Garuda Indonesia. Foto: Dokumen Garuda Indonesia

Sepi Penumpang, Garuda Hentikan Penerbangan Jakarta–Bengkulu

Annisa ayu artanti • 31 Maret 2026 10:10
Ringkasnya gini..
  • Garuda tutup rute Jakarta–Bengkulu per 28 Maret.
  • Penyebab utama karena okupansi penumpang rendah.
  • Berpotensi memengaruhi konektivitas ke Bengkulu.
Jakarta: Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi menghentikan layanan penerbangan rute Jakarta-Bengkulu. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan faktor operasional, termasuk rendahnya jumlah penumpang.
 
Penghentian operasional tersebut dikonfirmasi oleh PT Angkasa Pura II melalui Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Penerbangan terakhir 28 Maret 2026

General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haekal, menyampaikan bahwa penerbangan terakhir Garuda Indonesia di rute tersebut berlangsung pada 28 Maret 2026.
 
"Memang benar penerbangan (Garuda Indonesia) berhenti beroperasi dan kemarin tanggal 28 Maret 2026 adalah 'last flight'-nya," kata Muhammad Haekal dilansir Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
 
Baca juga: Garuda Indonesia Hadirkan 40 Ribu Kursi Promo di Garuda Umrah Travel Fair 2026

Meski demikian, pihak bandara tidak merinci alasan resmi penghentian rute tersebut.

"Untuk resminya silakan tanyakan langsung ke pihak maskapai nya," ujar dia.

Faktor bisnis jadi pertimbangan

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sempat mengunjungi kantor pusat Garuda Indonesia di Tangerang, Banten, guna membahas kelanjutan layanan penerbangan ke Bengkulu.
 
Dari pihak maskapai, penjelasan disampaikan oleh Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris.
 
"Salah satu alasannya adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu yang masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan," sebutnya.
 
Rendahnya tingkat keterisian penumpang atau load factor menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan rute penerbangan.
 
Dalam industri penerbangan, okupansi yang tidak optimal dapat berdampak langsung pada biaya operasional dan profitabilitas maskapai.
 
Kondisi ini membuat maskapai harus melakukan evaluasi rute secara berkala, termasuk menutup rute yang dinilai belum efisien secara bisnis.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan