Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S
Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S

Harga Minyak Tembus USD115/Barel, Apakah BBM di RI Bakal Ikut Naik?

Annisa ayu artanti • 31 Maret 2026 11:44
Ringkasnya gini..
  • Harga minyak dunia naik hingga USD115 per barel.
  • Pemerintah sebut BBM nonsubsidi ikut mekanisme pasar.
  • Pertamina tegaskan belum ada kenaikan resmi BBM.
Jakarta: Kenaikan harga minyak dunia kembali memicu kekhawatiran soal potensi lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
 
Mengutip data Investing.com pada Selasa, 31 Maret 2026 harga minyak mentah global mengalami peningkatan signifikan. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 3,4 persen menjadi USD106,40 per barel. 
 
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional turut menguat 1,98 persen ke level USD115,01 per barel.

Harga BBM nonsubsidi ikuti pasar global

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, penentuan harga BBM nonsubsidi pada dasarnya mengikuti dinamika harga energi global dan telah diatur dalam regulasi pemerintah.

Hal ini disampaikan usai munculnya kabar terkait rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi sekitar 10 persen yang disebut berlaku mulai awal April 2026.
 
"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil dalam keterangan yang diterima di Jakarta dilansir Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
 
Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Memanas, Apakah Harga BBM RI Masih Aman saat Arus Balik?

Menurutnya, BBM untuk sektor industri umumnya menggunakan bahan bakar beroktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98 yang digunakan oleh kalangan mampu serta pelaku usaha. Karena itu, perubahan harga tak menjadi beban negara lantaran tidak mendapat subsidi.

BBM Subsidi tetap jadi prioritas pemerintah

Pemerintah memastikan perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi fokus utama, khususnya melalui BBM subsidi.
 
"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ujarnya.
 
Bahlil juga menegaskan bahwa keputusan terkait harga BBM subsidi sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
 
"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," imbuhnya.

Pertamina tegaskan belum ada kenaikan resmi

Di sisi lain, Pertamina memastikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax.
 
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dijadikan acuan.
 
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ujar Baron.
 
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak kabar yang belum terverifikasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan