Pengungsi sedang mengambil air bersih (Foto:Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Pengungsi sedang mengambil air bersih (Foto:Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Setelah Gempa NTT, Ini Tantangan Pemerintah agar Warga Bisa Kembali Hidup Normal

Annisa ayu artanti • 31 Agustus 2026 12:34
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menghadapi tantangan besar memulihkan rumah, infrastruktur, layanan dasar, dan ekonomi warga pascagempa NTT.
  • Warga terdampak usaha dapat mengajukan Dana Bantuan Stimulus Ekonomi Rp5 juta melalui Kemensos.
  • Aktivitas warga mulai pulih, tetapi ribuan rumah rusak dan gempa susulan masih menjadi tantangan pemulihan.
Jakarta: Dua pekan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kehidupan warga mulai bergerak kembali. Pasar perlahan buka, sebagian pengungsi mulai pulang, sementara warga yang kehilangan rumah mulai membangun hunian sementara.
 
Namun, kembali hidup normal tidak semudah membuka kembali pasar atau membersihkan jalan yang rusak. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan rumah warga, infrastruktur, layanan dasar, hingga sumber penghasilan masyarakat yang terdampak.
 
BNPB mencatat puluhan ribu rumah di tujuh kabupaten terdampak. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 96.797 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Ribuan sekolah dan fasilitas umum juga ikut terdampak.

Di saat yang sama, gempa susulan masih terjadi sehingga sebagian warga belum sepenuhnya merasa aman untuk kembali ke rumah.

Pemulihan Ekonomi Jadi Tantangan Berikutnya

Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, tantangan pemerintah bergeser pada bagaimana menghidupkan kembali ekonomi masyarakat.
 
Kerusakan jalan, jembatan, dan pasokan energi dapat menghambat distribusi barang. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap pedagang, nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian.
 
Masalah lainnya adalah hilangnya aset usaha. Sebagian pelaku UMKM dapat kehilangan warung, alat produksi, tempat usaha, bahkan modal setelah bangunan terdampak gempa.
 
Ketika masyarakat masih fokus memenuhi kebutuhan dasar, daya beli juga cenderung menurun. Akibatnya, perputaran ekonomi di pasar lokal belum tentu langsung kembali seperti sebelum bencana. Pemerintah pun perlu memastikan pemulihan ekonomi berjalan bersamaan dengan pembangunan kembali infrastruktur.
 
Baca juga: Bank Mandiri, BRI, PLN hingga Pertamina Bergerak Bantu Korban Gempa NTT

Ada Bantuan Rp5 Juta untuk Usaha Terdampak

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengunjungi Kabupaten Nagekeo menekankan bahwa bantuan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki hunian, tetapi juga memulihkan aktivitas ekonomi warga.
 
Pemerintah menyiapkan Dana Bantuan Stimulus Ekonomi sebesar Rp5 juta melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bagi masyarakat yang usahanya terdampak bencana.
 
"Ada namanya Dana Bantuan Stimulus Ekonomi sebesar Rp5 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ini bisa diusulkan bagi mereka yang usahanya terdampak," ujar Tito dalam tayangan Breaking News Metro TV.
 
Bantuan tersebut dapat diajukan warga yang memiliki usaha kecil, termasuk pemilik warung yang rusak. Nelayan yang kehilangan perahu akibat gempa juga menjadi salah satu kelompok yang dapat mengajukan bantuan.
 
Selain perdagangan dan perikanan, sektor pertanian turut terdampak. Tito mencatat sekitar 89 hektare lahan sawah mengalami kerusakan di wilayah tersebut.
 
Pendataan lahan terdampak diperlukan agar Kementerian Pertanian dapat menindaklanjuti kebutuhan pemulihan sektor pertanian.

BNPB dan BPBD Diminta Bergerak Bersama

Pemulihan pascabencana juga membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Tito meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"Kepala BNPB sudah menempatkan tim di tujuh kabupaten terdampak. BPBD harus tandem dengan BNPB agar penanganan lebih cepat," tegasnya.

Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Pemulihan

Selain persoalan di lapangan, pembiayaan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah siap mendukung kebutuhan pembiayaan penanganan gempa NTT. Dukungan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan pemulihan.
 
“Buat anggota DPR semuanya yang ada di sana, sama semua yang rapat pada malam hari ini, Menteri Keuangan siap membantu kebutuhan pembiayaan di sana (NTT),” ujar Purbaya dikutip dari laman Kementerian Keuangan.
 
Menurut Purbaya, pemerintah memiliki mekanisme pembiayaan awal melalui anggaran yang tersedia di BNPB.
 
“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup. Biasanya kalau kurang kita isi langsung itu dana PNBP,” jelas Purbaya.
 
Penanganan dilakukan secara bertahap. Anggaran BNPB digunakan lebih dahulu untuk kebutuhan respons bencana. Jika kebutuhan meningkat, dukungan pembiayaan dapat disesuaikan untuk tahap berikutnya, termasuk rekonstruksi.
 
“Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus, Pak,” kata Purbaya.
 
Baca juga: Operasi Tetap Jalan meski Gempa Susulan, Kemenkes Dirikan RS Lapangan di NTT
 

Warga Mulai Bergerak, tapi Belum Sepenuhnya Pulih

Dua belas hari setelah gempa, mengutip laporan Metro TV, sejumlah aktivitas masyarakat mulai terlihat kembali.
 
Di Ende, pasar mulai beroperasi meski belum seramai sebelum gempa. Pedagang kembali membuka lapak dan warga mulai memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Sikka, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah. Namun, ancaman gempa susulan masih membuat sebagian masyarakat waspada.
 
Sementara di Manggarai, ratusan warga masih bertahan di posko pengungsian dengan dukungan logistik dan dapur umum. Di Nagekeo, sejumlah warga bahkan mulai membangun hunian sementara secara mandiri setelah rumah mereka mengalami kerusakan berat.

Bantuan Darurat Terus Disalurkan

Meski demikian, pemerintah juga tetap fokus untuk penanganan pada kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, matras, serta peralatan komunikasi.
 
Fasilitas kesehatan darurat juga dikerahkan untuk mendukung masyarakat di wilayah terdampak. Rumah sakit lapangan beroperasi di sejumlah lokasi, sementara fasilitas kesehatan terapung turut digunakan dalam penanganan bencana.
 
Mengutip laman Instagram Kemensetneg.ri sejak 15 hingga 24 Agustus 2026, bantuan yang disalurkan melalui Sekretariat Presiden antara lain mencapai 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral dan obat-obatan, serta perlengkapan pengungsian dan dua set rumah sakit lapangan.
 
KRI Soeharso-990 milik TNI AL juga telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan