Gerai Mixue. Foto: Istimewa.
Gerai Mixue. Foto: Istimewa.

Jadi Mesin Pertumbuhan di Asia Tenggara, Gerai Mixue di Indonesia Hampir Sentuh 2.600 Unit

Arif Wicaksono • 30 Mei 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • Mixue berhasil memperluas jangkauan bisnisnya hingga mendekati 2.600 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Tanah Air.
  • Hingga akhir tahun lalu, dikutip dari vnexpress Mixue memiliki 59.823 gerai secara global, dengan 55.356 di antaranya berada di China daratan.
Jakarta: Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi Mixue di kawasan Asia Tenggara. Dalam kurun waktu lima tahun sejak masuk ke Indonesia pada 2020, jaringan minuman teh dan es krim asal Tiongkok tersebut berhasil memperluas jangkauan bisnisnya hingga mendekati 2.600 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Tanah Air.
 
Baca juga:  Viral Dealer Honda Jadi Gerai Mixue, Imbas Rangka eSAF? 

Head of Public Relations Southeast Asia Region Mixue, Alexs B, mengatakan Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan di kawasan Asia Tenggara karena didukung oleh pasar yang besar serta tingginya minat masyarakat terhadap produk minuman segar dengan harga terjangkau.
 
"Indonesia merupakan salah satu pasar utama Mixue di Asia Tenggara. Pertumbuhan yang kami capai selama lima tahun terakhir menunjukkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan kami. Karena itu, kami akan terus memperkuat investasi serta memperluas kontribusi bagi perekonomian lokal," ujar Alexs B dalam keterangannya.
 
Hingga akhir tahun lalu, dikutip dari vnexpress Mixue memiliki 59.823 gerai secara global, dengan 55.356 di antaranya berada di China daratan. Selain indonesia, Vietnam menjadi dua pasar luar negeri terbesar bagi Mixue dengan  jumlah gerai mencapai 1.304 unit per September 2024, berdasarkan prospektus yang diajukan untuk IPO di Hong Kong pada awal 2025. 

Di Indonesia, gerai Mixue telah hadir di berbagai kota utama seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Yogyakarta. Kehadiran jaringan yang luas tersebut membuat merek ini menjadi salah satu pemain dengan penetrasi pasar yang kuat di sektor minuman segar nasional.
 
Selain memperluas bisnis, Mixue juga mengklaim memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Hingga akhir 2025, lebih dari 1.400 pelaku usaha Indonesia telah bergabung sebagai mitra waralaba.
 
Menurut Alexs B, ekspansi jaringan gerai tidak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
 
"Lebih dari 96 persen tenaga kerja di gerai-gerai Mixue merupakan warga lokal. Kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penciptaan manfaat ekonomi bagi komunitas tempat kami beroperasi," katanya.
 
Perusahaan mencatat jaringan gerainya telah menyerap sekitar 12.800 tenaga kerja secara langsung. Selain itu, aktivitas bisnis yang melibatkan sektor logistik, pengolahan bahan baku, produksi kemasan, hingga renovasi gerai turut menciptakan lebih dari 20.000 lapangan kerja tidak langsung di berbagai daerah.

Fokus Lokalisasi dan Kepatuhan Regulasi

Di tengah persaingan yang semakin ketat di industri minuman Indonesia, Mixue menilai strategi lokalisasi menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. Alexs B menjelaskan perusahaan terus menyesuaikan operasional dengan kebutuhan dan karakteristik pasar Indonesia, mulai dari kepatuhan regulasi hingga pengembangan produk yang relevan dengan selera konsumen lokal.
 
Seluruh bahan baku, produk minuman, kemasan, hingga rantai pasok pergudangan yang digunakan perusahaan telah mengantongi sertifikasi halal resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, operasional perusahaan juga mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
Tidak hanya itu, Mixue juga rutin menghadirkan program promosi dan produk edisi khusus yang disesuaikan dengan momentum penting masyarakat Indonesia, seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
 
"Kami tidak hanya ingin hadir sebagai merek internasional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Karena itu, pendekatan lokal dan pemahaman terhadap budaya menjadi prioritas kami," ujar Alexs B.
 
Perusahaan berencana melanjutkan ekspansi jaringan gerai, memperkuat rantai pasok lokal, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan guna mempertahankan pertumbuhan di pasar Indonesia yang dinilai masih memiliki potensi besar. Dengan basis konsumen yang terus berkembang dan dukungan jaringan mitra lokal yang semakin luas, Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan Mixue di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan