Ilustrasi biomassa. Foto: PLN EPI
Ilustrasi biomassa. Foto: PLN EPI

Begini Langkah Mendorong Transisi Energi Nasional Melalui Bioenergi

Annisa ayu artanti • 13 Januari 2026 11:01
Jakarta: Langkah transisi energi nasional terus digenjot melalui berbagai kolaborasi. Baru-baru ini, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kolaborasi dengan perusahaan internasional di sektor bioenergi dan biomassa.
 
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program cofiring PLTU, penguatan rantai pasok biomassa berkelanjutan, serta pengembangan riset karbon rendah sebagai bagian dari upaya pencapaian target penurunan emisi dan Net Zero Emissions 2060.
 
PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk kerangka kerja sama pengembangan biomassa, riset teknis, peningkatan kualitas bahan bakar, hingga eksplorasi kerja sama internasional penurunan emisi, termasuk peluang mekanisme karbon lintas negara.

Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan biomassa memiliki peran strategis sebagai solusi transisi energi karena dapat langsung diimplementasikan menggunakan infrastruktur pembangkit eksisting. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kepastian pasokan dan tata kelola yang kuat.
 
"Bioenergi, khususnya biomassa, bukan sekadar bahan bakar pengganti, tetapi bagian dari strategi besar transisi energi. Karena itu, pasokan harus berkelanjutan, bernilai tambah, dan dikelola dengan tata kelola yang kuat," ujar Hokkop dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
 
Baca juga: Bioenergi Jadi Andalan Transisi Energi, Potensi Indonesia Capai 83,4 Juta Ton per Tahun

Ia menambahkan kerja sama dengan Greenery membuka ruang percepatan transfer teknologi dan pengembangan produk biomassa bernilai ekonomi. Menurutnya, residu pertanian dan produk antara tidak boleh diperlakukan sebagai limbah semata.
 
"Produk seperti biomassa dan turunannya harus dikapitalisasi menjadi produk bernilai tambah, tidak hanya untuk energi, tetapi juga untuk pangan dan industri bioenergi. Ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional," kata Hokkop.
 
Company Representative of Greenery Inc.,  Seijin Kim, menyatakan proyek pengembangan bioenergi di Indonesia merupakan proyek pertama Greenery di Tanah Air, di tengah portofolio proyek serupa yang telah dijalankan di sejumlah negara lain.
 
"Indonesia memiliki momentum yang sangat tepat untuk menjadi model kolaborasi bioenergi dan transisi energi. Proyek ini tidak hanya soal energi, tetapi juga kesehatan, pembangunan komunitas, dan pencapaian target iklim global," ujar Kim.
 
Ia menambahkan bahwa penelitian awal ditargetkan rampung pada awal Januari 2026 dan akan dilanjutkan dengan riset utama pada tahun depan, seiring kesiapan teknologi dan sistem pendukung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan