PLN EPI memetakan ada sekitar 60,6 juta ton potensi biomassa yang belum termanfaatkan. Sumbernya beragam, mulai dari limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, hingga sampah perkotaan.
Potensi tersebut nantinya bisa diolah menjadi berbagai produk energi dan produk bernilai tambah, seperti biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioethanol.
"PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan," kata VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari dalam Knowledge Hub Electricity Connect 2026 yang dikutip pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak berhenti pada pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit.
Berbagai jenis feedstock dapat diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah melalui proses dan teknologi yang berbeda.
PLN EPI memetakan sejumlah jalur pengembangan bioenergi, meliputi biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, CBG, waste management, biofuel, hingga bioethanol. Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.
Biomassa Tak Lagi Sekadar Bahan Bakar PLTU
Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pyrolysis. Sementara syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor.
Sementara CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk cofiring dengan natural gas pada pembangkit gas. Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.
Di sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan biomassa melalui cofiring menjadi salah satu implementasi bioenergi yang telah dikembangkan PLN. Program tersebut diarahkan pada 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW). Pemanfaatan cofiring memungkinkan biomassa digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.