Pengembangan BIODES diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun. Foto: PLN EPI
Pengembangan BIODES diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun. Foto: PLN EPI

Pasokan Biomassa untuk Cofiring Masih Kurang 7,6 Juta Ton, PLN EPI Siapkan BIODES

Annisa ayu artanti • 30 September 2026 18:16
Ringkasnya gini..
  • Pasokan biomassa cofiring masih kurang 7,6 juta ton. PLN EPI mengembangkan BIODES untuk memperkuat rantai pasok dari desa.
  • BIODES di Cilacap memanfaatkan 106 hektare lahan, melibatkan 330 petani, dan ditargetkan memasok 15.000 ton biomassa per tahun.
Jakarta: Kebutuhan biomassa untuk mendukung program cofiring pembangkit listrik masih menghadapi tantangan pasokan. 

Berdasarkan data Kementerian ESDM 2022 yang digunakan dalam pengembangan BIODES, potensi biomassa berbasis limbah siap pakai diperkirakan hanya mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton, sementara kebutuhan untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025–2034 masih menyisakan kesenjangan sekitar 7,6 juta ton.

Kondisi tersebut mendorong PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan BIODES atau Biomassa dari Desa, sebuah model yang mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan rantai pasok.

Inovasi tersebut dipaparkan PLN EPI dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

PLN EPI Andalkan Biomassa dari Desa

BIODES dirancang untuk mengoptimalkan sumber biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Selain itu, program ini mendorong penanaman tanaman energi di lahan kering atau marjinal.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“BIODES merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan," kata Mamit dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2026.

Menurtnya, dengan mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, serta rantai pasok yang terkelola, PLN EPI berupaya menghadirkan pasokan biomassa yang berkualitas dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung transisi energi Indonesia.
   

Ada Enam Strategi Utama BIODES

PLN EPI mengembangkan enam pendekatan utama melalui BIODES. Strategi tersebut mencakup optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, serta pengembangan rantai pasok menggunakan model spoke-hub.

Selain itu, program ini mencakup peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi berbasis marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI sekaligus perwakilan tim BIODES Khalda Az Zahra mengatakan program tersebut tidak hanya bergantung pada limbah yang sudah tersedia.

“Melalui BIODES, kami ingin mengoptimalkan potensi biomassa yang ada di desa sekaligus membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi. Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, BIODES juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan, sehingga aspek keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa,” ujar Khalda.

BIODES Sudah Diterapkan di Cilacap

Implementasi awal BIODES dilakukan di Kabupaten Cilacap sejak 2023 dengan memanfaatkan 106 hektare lahan.

Program tersebut dijalankan secara bertahap, mulai dari survei dan sosialisasi, penerapan sistem pertanian terpadu, panen dan pengumpulan hasil di SUB-HUB, produksi biomassa melalui BUMDes, hingga pengiriman biomassa ke PLTU Adipala.

Rantai pasok kemudian diperkuat dengan sistem digital untuk menghubungkan berbagai pihak yang terlibat.

Melalui model SUB-HUB dan HUB, biomassa dari sejumlah sumber di tingkat desa dikumpulkan, diolah, dan dikonsolidasikan sebelum dikirim ke pembangkit. Model ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan.

Dari implementasi tersebut, BIODES diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun.

Program ini juga ditargetkan melibatkan sekitar 330 petani, memanfaatkan 106 hektare lahan marjinal, serta menciptakan 25 lapangan kerja baru.

Dari sisi ekonomi masyarakat, BIODES diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan bagi petani kecil hingga Rp100.000 per hari per pekerja.

Sementara dari sisi lingkungan, program tersebut diproyeksikan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO₂e.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan