Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Kementerian BUMN.

Erick Thohir Pastikan Tak Ada Aliran Dana BUMN di Nusantara Bersatu

Husen Miftahudin • 30 November 2022 16:13
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat suara terkait tudingan keterlibatan komisaris BUMN hingga penggunaan dana BUMN untuk acara acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada pekan lalu. Erick Thohir dengan tegas membantah kabar tersebut.
 
"Sudah dijawab itu tidak benar ada aliran dana dari BUMN. Silakan periksa, kalau itu memang ada, saya tangkap direksinya," ujar Erick di Gedung DPR RI, dikutip Rabu, 30 November 2022.
 
Bantahan ini juga telah disampaikan sejumlah anggota DPR. Erick Thohir mengatakan, BUMN saat ini tengah fokus melakukan transformasi dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Soal aliran dana sudah disebutkan, sudah ada beberapa anggota DPR bicara juga kalau itu tidak benar," tuturnya.
 
Sejak awal, Erick Thohir telah menanamkan fondasi Akhlak bagi seluruh direksi dan komisaris BUMN. BUMN, lanjut Erick, menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan komitmen dalam melakukan transformasi.
 
"Kalau namanya komisaris di jam-jam yang bukan waktunya (jam kerja), saya tidak bisa dong (melarang). Ada yang ikut kegiatan yayasan, kegiatan ini kan saya tidak bisa melarang, tapi kalau di jam kerjanya ya kita harus komitmen," lanjut dia.
 
Baca juga: Erick Thohir: G20 Jadi Kekuatan Bangun Perekonomian Indonesia

 
Menanggapi tudingan atas korupsi yang dilakukan BUMN, ia menegaskan, dirinya terus menjaga agar pembersihan BUMN dari korupsi terus dilakukan. Tindakan pembersihan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Jiwasraya, hingga ASABRI dapat menjadi contoh ketegasan Kementerian BUMN dalam menciptakan BUMN yang bersih.
 
Erick Thohir juga mengajak seluruh elemen masyarakat tidak terprovokasi dengan tudingan yang hanya menghabiskan energi. Ketimbang melempar fitnah, Erick menilai lebih baik mengedepankan gotong royong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
 
"Mari kita cari solusi tanpa menimbulkan konflik, perlu check and balance. Bukan kegaduhan yang dicari," tuturnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif