Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Awaluddin
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Awaluddin

Sektor Listrik Sumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar

Ekonomi listrik Siti Nurbaya Bakar
Suci Sedya Utami • 28 Januari 2021 21:13
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan sektor kelistrikan menjadi penyumbang gas buang terbesar. Gas rumah kaca yang ditimbulkan sektor kelistrikan bahkan lebih tinggi daripada sektor kehutanan.
 
"Dari 2015 hingga 2018, emisi gas kaca justru paling banyak dari listrik. Sementara dari sektor kehutanan menurun," kata Siti dalam Media Group News (MGN) Summit: Indonesia 2021, secara virtual di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.
 
Siti mengatakan berdasarkan data di 2018, sektor kehutanan menjadi komponen penting dalam pencapaian target pengurangan emisi nasional atau nationally determined contribution (NDC) dengan produksi sebanyak 2,8 giga ton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari target mitigasi sektor kehutanan sebesar 17,2 persen, KLHK sudah menurunkan emisi GRK sampai 70 persen. Sedangkan dari sektor energi yang di dalamnya ada aktivitas listrik, emisi gas rumah kacanya mencapai 314 juta ton.
 
Oleh karenanya, ia mengusulkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk menaikkan target energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional menjadi 50 persen di 2050.
 
Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) saat ini, Kementerian ESDM menargetkan bauran EBT di 2050 sekitar 31 persen. Menurut Siti angka tersebut terlalu rendah jika mau mengurangi emisi karbon di langit Indonesia.
 
"Kalau kita lihat Pak Menteri bauran energi 31 persen ini kalau boleh ambisikan lagi di 2050 bisa naik 50 persen. Lalu, pada 2070 bisa net zero emissions," jelas Siti.
 
Dalam kesempatan yang sama, Arifin mengatakan sektor energi nasional turut serta dalam mengupayakan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 38 persen.
 
Arifin mengatakan Indonesia telah menyatakan komitmennya dalam perjanjian Paris yang dibuktikan dengan adanya ratifikasi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di 2030 dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.
 
Dari komitmen tersebut, sektor energi diharapkan dapat menurunkan 314 juta ton karbon dioksida (co2) dengan upaya sendiri dan lebih besar lagi 400 juta ton co2 dengan bantuan internasional. Di tahun lalu, penurunan co2 mencapai 64,4 juta ton atau 111 persen dari target 58 juta ton.
 
"Kontribusi sektor energi sebesar 38 persen," kata Arifin.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif