Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

BPH Migas Tetap Apresiasi PT Rekind Meski Mundur dari Proyek Cisem

Ekonomi bph migas Rekayasa Industri (Rekind)
Suci Sedya Utami • 14 Oktober 2020 20:12
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tetap memberikan apresiasi pada PT Rekayasa Industri (Rekind) meskipun menyatakan mundur dari proyek pipa gas Cirebon-Semarang (Cisem).
 
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan setidaknya anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu mengembalikan penetapan pemenang hak khusus proyek tersebut pada BPH Migas. Ia bilang, Rekind pun telah mengutarakan alasan mundurnya dari proyek tersebut karena faktor ekonomi yang sudah tidak masuk dalam hitungan nilai perusahaan.
 
"Tetap kami mengapresiasi sikap gentleman Rekind mengembalikan ini karena faktor ekonomi yang sudah tidak masuk sehingga kita tahu kejelasannya," kata Ifan sapaan akrabnya dalam konferensi pers, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kata Ifan, Rekind juga telah mengeluarkan biaya dalam pengerjaan proyek selama ini sebesar Rp65 miliar yang akan tetap dijadikan bahan perhitungan untuk Rekind dalam menuntaskan kewajiban pasca-hengkang. Ia bilang Rekind telah melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) serta front end engineering design (FEED).
 
Setelah pengembalian dan pencabutan Rekind dari status pemenang lelang proyek, BPH Migas telah menugaskan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk melakukan kajian internal terkait proyek tersebut selama satu bulan sejak 13 Oktober lalu. Kajian dilakukan untuk menghasilkan keputusan bersama terkait nasib proyek strategis nasional (PSN) ini.
 
Secara terpisah, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind Edy Sutrisman mengatakan pihaknya pun bersyukur BPH Migas bisa mengapresiasi keputusan Rekind untuk mengembalikan proyek tersebut.
 
Ia berharap agar kajian yang dilakukan bisa menghasilkan keputusan final dan memenuhi harapan. Edy menambahkan, kendati mundur dari proyek namun Rekind tetap ikut memberikan dorongan terhadap proyek tersebut agar menciptakan kemandirian energi di Tanah Air.
 
"Rekind akan selalu siap mendukung terlaksananya pembangunan pipa gas ruas Cisem ini sebagai proyek strategis nasional jika nanti diperlukan,," jelas Edy.
 
Adapun pertimbangan Rekind untuk tidak melanjutkan pengerjaan proyek salah satunya yakni berdasarkan hasil kajian kelayakan bisnis yang disusun perusahaan, pembangunan pipa dengan tarif toll fee sebesar 0,36 per million british thermal unit (MMBTU) yang sesuai dengan dokumen penawaran Rekind pada 2006, pada saat ini sudah tidak sesuai dengan nilai ekonomi.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif