Ilustrasi Bandara Komodo - - Foto: MI/ John Lewar
Ilustrasi Bandara Komodo - - Foto: MI/ John Lewar

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Bandara Komodo hingga 2 Juta Penumpang

Ekonomi KTT G20 asean summit Bandara Komodo Kemenparekraf
Insi Nantika Jelita • 08 Januari 2021 22:20
Jakarta: Pemerintah akan meningkatkan kapasitas jumlah penumpang Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut seiring dengan penunjukan Labuan Bajo sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2021 dan ASEAN Summit 2023.
 
"Akan ada perluasan dari kapasitas sekarang, dari 500 ribu untuk meningkat di atas dua juta penumpang dan perpanjangan landasan akan dilakukan, begitu juga dengan peningkatan kapasitas infrastruktur di sini," jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat, 8 Januari 2021.
 
Tidak hanya ingin melihat langsung persiapan destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo, kedatangan Sandiaga juga untuk memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19, terutama di Bandara Komodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan kita ke Bandara Komodo di Labuan Bajo untuk memastikan bahwa kita secara ketat dan disiplin menerapkan standar protokol covid-19 dan itu memang pesan kita untuk terus memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," kata mantan Wakil Gubernur DKI itu.
 
Bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pembangunan infrastruktur, Sandiaga juga mengecek kesiapan produk-produk ekonomi kreatif dan SDM yang mumpuni. Dia menginginkan Bandara Komodo dapat dihias dengan aneka motif berwarna-warni khas Manggarai Barat, NTT .
 
"Mungkin nanti didesain clear catnya ini dengan motif-motif Manggarai Barat yang cantik. Karena ini kesiapan 360 derajat sebagaimana Pak Presiden titipkan pesan," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif