Ilustrasi pemakaian jaringan gas bumi. Foto: dok MI.
Ilustrasi pemakaian jaringan gas bumi. Foto: dok MI.

Jadi Solusi Energi Bersih, Ini Hitungan Ekonomis Gunakan Jaringan Gas

Annisa ayu artanti • 20 Februari 2022 13:04
Jakarta: Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan penggunaan gas kota atau jaringan gas (jargas) merupakan solusi energi yang tepat di masa transisi menuju energi bersih yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
 
"Gas bumi adalah salah satu opsi yang paling bersih, sebelum nanti ada EBT yang pengembangannya masih cukup memakan waktu mungkin bisa 20 tahun. Jadi, peran gas adalah sebagai energi transisi yang bersih itu memenuhi lifestyle yang sedang global saat ini," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 Februari 2022.
 
Selain ramah lingkungan, Achmad juga mengungkapkan penggunaan jargas juga lebih ekonomis. Penggunaan jargas lebih hemat jika dibandingkan dengan LPG 12 Kg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keunggulan gas bumi kalau kita bandingkan dengan segi harga, kita membandingkan gas bumi dengan LPG 12 kg. Mengingat unitnya berbeda, kita langsung menguji secara praktikal untuk memasak air 10 Liter. Maka pengeluaran menggunakan gas sebesar Rp1.688. Namun untuk memasak air dengan volume yang sama, memerlukan Rp2.095 menggunakan LPG 12 KG," tuturnya.
 
Dalam perbandingan tersebut, lanjut Achmad, gas bumi menggunakan harga Rp10 ribu per m3 sementara LPG 12 KG seharga Rp187.674 per tabung. Adapun, penggunaan LPG 12 KG dijadikan acuan karena bukan energi bersubsidi sehingga perbandingannya bisa setara.
 
"Jargas atau city gas adalah suatu peradaban atau lifestyle, sehingga dengan adanya jargas menunjukkan peradaban yang sudah meningkat," imbuhnya.
 
Tim Peneliti Pusat Studi Peningkatan Perolehan Minyak dan Gas Bumi FTKE Universitas Trisakti Andry Prima juga mengatakan, berdasarkan penelitiannya sebagian masyarakat telah memahami pemanfaatan gas kota. Masyarakat setuju menggunakan jargas, asalkan mendapatkan subsidi untuk instalasi gas kota tersebut.
 
"Warga berharap bisa menghemat biaya LPG yang selama ini dipakai. Yang mereka rasakan selama ini, walaupun murah menggunakan LPG tetap berharap adanya energi yang bisa lebih ekonomis," kata Andry.
 
Achmad menambahkan, dukungan dari berbagai pihak juga diperlukan bagi PGN untuk bisa merealisasikan target empat juta SR pada 2024 antara lain alokasi gas dalam jangka panjang, harga jual gas yang mencapai keekonomian, penyelarasan dengan program kompor listrik dan distribusi LPG subsidi, serta dukungan dalam kemudahan proses perizinan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif