Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Medcom.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto : Medcom.

Luhut Dorong Eksekusi Calon Pelabuhan Baru Batam

Antara • 25 Januari 2022 15:25
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong segera dikerjakannya pembangunan calon pelabuhan baru di Batam, yang diharapkan akan jadi proyek percontohan untuk pembenahan tata kelola kepelabuhanan di seluruh Indonesia.
 
"Pelabuhan ini sebagai smart and green port. Kita harus bisa mengimplementasikan National Logistic Ecosystem (NLE) yang sudah diluncurkan sejak tahun lalu," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Luhut menjelaskan, NLE diharapkan juga akan bisa diterapkan di 10 pelabuhan lain agar bisa difungsikan secara efisien. Ekosistem tersebut diharapkan bisa menekan biaya logistik nasional menjadi 17 persen pada 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cost (biaya) di sea port Singapura, negara tetangga mencapai 13 persen. Kita ini masih di angka 24 persen dan diharapkan pada 2024 turun menjadi 17 persen. Jangan ada kenaikan tarif, harus ada efisiensi," katanya.
 
Pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan revitalisasi pelabuhan di Batam. Untuk itu, pemerintah dapat melakukan persiapan dan pembenahan yang tidak hanya berupa infrastruktur fisik, tetapi juga pembenahan sistem tata kelola, termasuk digitalisasi layanan pelabuhan.
 
Terkait rencana pembangunan pelabuhan internasional, Luhut juga berpesan agar dilaksanakan studi teknis yang juga melibatkan akademisi dan perguruan tinggi, serta konsultan yang berpengalaman dalam kajian pelabuhan internasional. Di samping itu, ia juga meminta agar dipertimbangkan analisis dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung.
 
Kemudian, terkait studi komersial/finansial, perlu dipertimbangkan peran dan penggerak nilai utama, yakni sebagai pelabuhan transhipment internasional kondisi dan dinamika persaingan, termasuk relative competitiveness (indeks daya saing) terhadap pelabuhan di negara tetangga dan rencana pengembangan mereka.
 
Adapun strategi kompetisi, yaitu mencakup aspek-aspek yang menjadi prasyarat dalam mencapai peran yang diharapkan serta langkah-langkah yang perlu dilakukan.
 
Langkah tersebut diantaranya, jenis dan tingkat pelayanan yang unggul, tarif yang kompetitif, serta dapat menarik minat pengguna jasa untuk beralih dari pelabuhan existing di negara tetangga.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif