Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Biro Humas Kemenperin.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Biro Humas Kemenperin.

Waduh! Kemenperin Temukan 78 Ton Minyak Goreng Curah Subsidi Melanggar HET

Husen Miftahudin • 14 April 2022 20:07
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Satgas Pangan Polri menemukan penyimpangan atau ketidakpatuhan yang dilakukan para distributor (D1 dan D2) yang menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi.
 
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penyimpangan tersebut merugikan masyarakat. Pasalnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya diterima masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil sebesar Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram menjadi tidak tercapai.
 
"Kami bersama Tim Satgas Pangan Polri melakukan pengawasan lapangan di wilayah Cipete, Jakarta Selatan, dan menemukan ketidakpatuhan dari para distributor. Hal ini menyebabkan subsidi harga minyak goreng curah tidak tersalurkan dengan tepat, padahal ada dana publik di sini," kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus memperingatkan para distributor untuk mematuhi aturan program Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 8 Tahun 2022.
 
"Kalau masih ada distributor yang menyimpang, kami ingatkan agar berhenti. Kepatuhan sangat penting, karena ini adalah upaya pemerintah untuk masyarakat dan UMKM agar bisa mendapatkan minyak goreng curah bersubsidi, ada dana publik yang harus dipertanggungjawabkan, sehingga kita ingin program ini berjalan dengan baik," tegasnya.
 
Ia berharap, setiap unsur dan lini dalam program penyediaan minyak goreng curah bersubsidi memiliki kesadaran bahwa program tersebut bertujuan untuk melayani masyarakat yang sedang dalam kesulitan. "Jangan mengambil kesempatan di tengah-tengah kesulitan masyarakat," imbau dia.
 
Seperti disampaikan sebelumnya, tantangan pelaksanaan program penyediaan minyak goreng curah bersubsidi cukup kompleks dan beragam. Karena terdapat challenge di semua lini, baik produsen, distributor, maupun pengecer.
 
"Itu semua kita upayakan untuk mengurai satu persatu dan mencari solusi dengan cepat. Yang kita temukan tadi pagi adalah salah satu contoh challenge yang ada di lini distributor," terang Agus.
 
Liaison Officer Satgas Pangan Polri untuk Kemenperin Kombes Polisi Eko Sulistyo Basuki menyampaikan, hasil temuan sidak adalah adanya distributor D1 yang melakukan repacking minyak goreng curah bersubsidi menggunakan jeriken lima liter dan dijual dengan harga Rp85 ribu per jeriken atau Rp17 ribu per liter, artinya di atas HET. Selain itu, tidak ada bukti penjualan minyak goreng dalam jeriken.
 
"Distributor tersebut telah mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi dalam jeriken lima liter, dengan total sebanyak 78 ton selama sebulan terakhir," ujar Eko.
 
Pendalaman dan penyidikan lebih lanjut akan dilaksanakan oleh Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, termasuk akan didalami rantai suplai distribusi tersebut. Dari penyidikan tersebut, disita barang bukti berupa 700 jeriken kapasitas lima liter atau setara tiga ton minyak goreng curah bersubsidi.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif