NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

BUMN Cari Alat Medis hingga ke Swiss

Ekonomi kementerian bumn virus corona Alat Pelindung Diri (APD)
Husen Miftahudin • 24 Maret 2020 14:24
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan bakal menyediakan alat pelindung diri (APD) dan peralatan medis untuk rumah sakit dan daerah yang membutuhkan. Maklum, negara-negara di dunia kini juga sedang mencari kebutuhan yang sama untuk menangani penyebaran virus korona atau covid-19 di negaranya masing-masing.
 
Staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan pihaknya sedang berusaha mendatangkan alat medis seperti real time polymerase chain reaction (RT-PCR) hingga ke Swiss. RT-PCR merupakan alat laboratorium medis yang mengambil sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi keberadaan virus korona pada tubuh seseorang.
 
"Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) kemarin melihat bahwa kebutuhan alat medis seperti PCR di beberapa provinsi itu masih kurang. Itu kami sedang mencari barangnya, kami cari dari Swiss," ujar Arya dalam telekonferensi dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk tahap pertama, Kementerian BUMN akan mendatangkan 10 alat laboratorium medis. Seluruh alat laboratorium medis tersebut akan diberikan kepada rumah sakit rujukan yang tersebar di 10 provinsi.
 
"Mudah-mudahan ini secara bertahap nanti kita bisa carikan untuk (alat medis) yang lain juga," tutur Arya.
 
Selain itu, Kementerian BUMN akan terus menyediakan APD seperti masker. Hingga akhir Maret 2020, produksi masker di dalam negeri bisa mencapai empat juta unit. Namun produksi tersebut dirasa kurang lantaran kebutuhannya akan terus bertambah.
 
"Produksi empat juta (masker) itu belum mencukupi semua, rata-rata orang pakai tiga masker sehari, masker diganti per delapan jam. Jadi ini akan tetap kita produksi," tegasnya.
 
Tak hanya memproduksi, masker dan APD lainnya akan berusaha didatangkan dari luar negeri. "Kalau memang ada kekurangan, akan kita cari juga dari luar. Ini agar dapat memenuhi kebutuhan masker," urai dia.
 
Begitu pun dengan alat kesehatan, di samping merangkul seluruh pihak termasuk swasta untuk ikut berpartisipasi. BUMN dan pihak swasta akan bersama-sama menyalurkan secara langsung kebutuhan APD dan logistik ke tenaga medis.
 
"Ada sekitar 10 perusahaan logistik swasta yang siap menyalurkan kebutuhan untuk perlengkapan-perlengkapan dan logistik yang akan dikirim ke daerah-daerah. Jadi kebutuhan logistik daerah akan di-support oleh beberapa perusahaan swasta yang sudah bergabung bersama kita," tutup Arya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif