Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya. Foto: Medcom.id.
Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya. Foto: Medcom.id.

Marketing in Crisis Time

Selalu Ada Peluang Bisnis Tumbuh Kembali di Tengah Covid-19

Ekonomi Virus Korona dunia usaha mark plus
Medcom • 30 Maret 2020 14:59
Jakarta: Bisnis di tengah pandemi covid-19 atau korona memang jauh dari kata normal. Banyak sektor mulai merasakan dampaknya, seperti pariwisata dan UKM. Pemasukan kian minim.
 
Walau begitu, bukan berarti perusahaan tidak bisa survive atau mempertahankan bisnisnya. Karena selain bertahan, lebih penting lagi adalah bagaimana memanfaatkan peluang selepas pandemi.
 
Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya meyakini walau situasi sulit, masih ada peluang untuk bertahan, bahkan bertumbuh lebih baik selepas covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada ancaman berbahaya, ada peluang. Mungkin seorang profesional hanya melihat ancaman. Tapi entrepreneur melihatnya peluang. Dalam mempertahankan bisnisnya, entrepreneur harus tahu pengeluaran mana yang bisa dihemat, pemasukan mana yang bisa dipertahankan. Mungkin menghadirkan segmen baru, sampai menawarkan harga lebih murah," ujar Hermawan dalam unggahan video Youtube di kanal Marketeers, Senin, 30 Maret 2020.
 
Dalam video tersebut, Hermawan menghadirkan empat konten serial marketing yang dinamakan Marketing in Crisis Time. Selain mengajak pelaku bisnis bertahan dan manfaatkan peluang setelah covid-19, serial tersebut juga membahas leadership serta bagaimana masyarakat Indonesia bisa berkaca pada krisis 1998.
 
Hermawan mencontohkan produk seluler kartu prepaid. Sebelum krisis yang melanda Asia tersebut, layanan postpaid lebih disukai. Namun ketika muncul layanan prepaid, produk ini justru masif digunakan konsumen hingga kini. Padahal ketika itu tarif per menit prepaid lebih mahal dibanding postpaid.
 
Walau mungkin langkah-langkah mempertahankan bisnis akan cukup menyita investasi, terutama di tengan krisis, Hermawan yakin perusahaan atau brand yang tetap inovatif serta mempertahankan kualitas layanannya akan semakin bertumbuh pasca covid-19. Pasalnya mereka akan tetap diingat karena manuver dan strategi loyalnya kepada konsumen.
 
"MarkPlus didirikan pada 1990 sebagai konsultan marketing. 1998 terkena dampak krisis. Namun setelah itu peluang sangat terbuka lebar, mulai dari sektor swasta, pemerintahan, sampai politisi kini butuh marketing. Jadi, ada peluang yang dimanfaatkan selepas krisis," ungkap Hermawan.
 
Keyakinan bisnis dan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bangkit kembali pasca covid-19 juga berkaca pada sejarah. Setelah krisis 1998, banyak konglomerasi-konglomerasi baru lahir di Indonesia. Kondisi-kondisi di atas seharusnya kian membangkitkan optimisme pasar di Indonesia setelah krisis usai.
 
Maka dari itu, lewat serial Marketing in Crisis Time ini Hermawan berharap dapat menumbuhkan optimisme untuk bertahan dan tumbuh selepas covid-19. Selain serial video marketing, MarkPlus akan menghadirkan seminar-seminar berbasis online yang relevan dengan kondisi saat ini. Salah satunya untuk pelaku pariwisata, sebagai salah satu sektor yang terkena dampak cukup buruk karena covid-19.

 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif