Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mencari formula untuk memecah penumpukan orang di masa pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penumpang harus menjadi angota agar tidak ada antre ketika membeli tiket. Ketentuan ini berlaku bagi penumpang kereta maupun comuterline (KRL).
"Saya rapat dengan (manajemen) PT KAI, saya memancing mereka jangan-jangan yang naik KAI nanti mesti anggota, tidak bisa beli langsung. Kenapa? Kalau di beli langsung nanti datanya enggak terekam. Ini pasti jadi kontroversi, kenapa harus anggota, kan saya enggak mau jadi anggota," kata Erick dalam silaturahmi virtual, Selasa, 26 Mei 2020.
Dengan sistem anggota, maka pergerakan penumpang dan interaksi masyarakat di transportasi umum akan lebih mudah terlihat, terutama sebagai upaya dalam menanggulangi wabah covid-19.
"Supaya kita benar-benar track mereka, 'oh mereka akan datang jam berapa', 'oh nanti yang berikutnya datang jam berapa', 'duduknya di mana'. Nanti baru terjadi yang namanya monitoring dan evaluasi, sehingga akan ada penyesuaian," jelasnya.
Dalam kesempatan sama, Teuku Adifitrian atau yang akrab disapa dokter Tompi pun berpandangan serupa. Menurutnya pengguna kereta api nantinya merupakan orang yang telah memiliki tiket yang dibeli secara online. Sehingga tidak ada antrean mengular di stasiun.
"Saya rasa satu-satunya cara untuk mencegah orang numpuk enggak terkontrol, kan masalahnya di ticketing mencegah orang ngumpul, ticketing-nya harus online, sehingga yang datang (ke stasiun) memang yang dapat tiket," kata Tompi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News