PT Pegadaian (Persero) pastikan tidak punya rogram lelang online. Foto: MI/Ramdani
PT Pegadaian (Persero) pastikan tidak punya rogram lelang online. Foto: MI/Ramdani

Marak Penipuan, Pegadaian Pastikan Tak Punya Program Lelang Online

Ekonomi pegadaian lelang
Annisa ayu artanti • 10 Juni 2020 11:04
Jakarta: Penipuan lelang barang secara online yang mengatasnamakan PT Pegadaian (Persero) kembali terjadi. Modus penipuan lelang online dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.
 
Sekretaris Pegadaian R. Swasono Amoeng Widodo meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian. Pasalnya penipuan ini beredar melalui berbagai media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
"Sampai saat ini Pegadaian tidak memiliki program atau melakukan lelang secara online. Proses lelang dilakukan secara langsung dan terbuka untuk semua orang di outlet-outlet Pegadaian, bazar, atau pameran," ucap Amoeng melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengatakan penipuan dengan modus lelang sudah ada sejak lama.
 
Awalnya jenis kejahatan ini bersifat konvensional, seiring dengan perkembangan zaman, pelaku mengubah tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi salah satunya melalui media sosial.
 
"Penipuan lelang online ini adalah salah satu kesempatan yang memanfaatkan kesulitan ekonomi masyarakat dengan menawarkan produk fiktif online dengan harga miring melalui lelang," kata Ardi.
 
Menurut Ardi kejahatan lelang apapun akan sulit dicegah, kecuali jika seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama membangun tingkat kesadaran yang tinggi seperti mulai melakukan edukasi dan membangun literasi digital.
 
Sedangkan bagi Pegadaian harus memiliki komitmen untuk bisa menjaga ekosistem gadai, termasuk keamanan dan keselamatan nasabah dan calon nasabahnya.
 
"Program komunikasi publik juga harus dijadikan salah satu program strategis yang rutin dijalankan guna menekan potensi kerugian yang bisa timbul akibat tindakan-tindakan kejahatan seperti lelang online," ungkapnya.
 
Ardi juga menjelaskan modus pelaku kejahatan lelang online ini tidak mengenal umur, status sosial, tingkat pendidikan, kedudukan dan jabatan. Hampir semua tingkatan masyarakat tersebut bisa menjadi korban. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat Indonesia jauh lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif