Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 398 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 398 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

BP2MI Lepas 398 Pekerja Migran Program G To G ke Korea Selatan

Rosa Anggreati • 03 Oktober 2022 19:45
Jakarta: Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 398 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan.
 
Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjelaskan bahwa negara hingga saat ini telah membuat beberapa kebijakan dan langkah nyata sebagai bentuk penghormatan kepada PMI. Beberapa diantaranya yaitu pembuatan lounge PMI di bandara, pembuatan fast track jalur khusus bagi PMI di bandara, kebijakan pembiayaan KUR dan KTA dari Himbara, dan adanya credential kepada tiap PMI sebagai ikhtiar negara menghormati majikan para PMI.
 
"Selain itu, saat ini juga BP2MI sedang memproses skema untuk program rumah murah bagi PMI, bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Selain itu BP2MI juga sedang menjajaki kerja sama dengan Ditjen Bea Cukai, terkait rencana pembebasan bea masuk barang milik PMI dari luar negeri. Itu semua demi penghormatan kepada PMI, pahlawan devisa negara," ujar Benny.
 
Di tempat yang sama aktivis tokoh pergerakan Akbar Faizal menanggapi hal ini dengan positif. Menurut Akbar, seluruh kebijakan tersebut adalah usaha hadirnya negara bagi PMI sekaligus peran negara, sehingga diharapkan para PMI G to G Korea Selatan untuk berangkat dengan hormat dan bertanggung jawab.
 
"Korea Selatan adalah negara yang maju dengan layanan publik yang bagus, meski dengan banyaknya area pegunungan. Karena itu saudara-saudaraku, sesuaikanlah diri kalian, hormati budaya Korea Selatan, sampai pada kinerja yang diharapkan. Jadilah profesional dengan tingkat teknologi yang tinggi, berangkat sebagai duta Indonesia, dan jadikan bekerja ini sebagai ibadah. Jadilah kebanggaan keluarga, jangan jadi biang masalah. Negara sudah mengambil perannya untuk melindungi kalian, maka sekarang ambillah peran yang paling hakiki, tanggung jawab kepada keluarga masing-masing, berangkatlah dengan kehormatan keluarga," kata Akbar.
 
BP2MI Lepas 398 Pekerja Migran Program G To G ke Korea Selatan
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Akbar mengungkapkan tiga hal yang semestinya dipegang oleh para PMI adalah tanggung jawab, tetap mengikuti SOP di tempat kerja, dan jangan foya-foya. "Tabunglah uang kalian untuk keluarga dan membangun usaha nanti," kata Akbar.
 
Menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani, para PMI yang berangkat ke Korea Selatan ini sudah seharusnya berangkat dengan kepala tegak dan percaya diri.
 
"Kalian adalah orang penting bagi negara ini. Kalian bukan PMI yang diberangkatkan secara diam-diam, tapi kalian orang berpendidikan dan berangkat bekerja secara resmi ke luar negeri. Kalian memiliki kompetensi untuk bekerja ke Korea Selatan, kalian bukan pengemis. Jadi kalian harus bangga," kata Kepala BP2MI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BP2MI Lepas 398 Pekerja Migran Program G To G ke Korea Selatan
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Benny mengakui bahwa hingga saat masih banyak PMI yang berangkat secara tidak resmi. Masih merajalelanya para oknum dan sindikat pengiriman PMI illegal, jadi faktor utama para pekerja migran ini bisa berangkat secara illegal.
 
"Para sindikat ini turun ke kampung-kampung, memberi janji palsu, padahal mereka menjerat para calon PMI dengan tumpukan utang berbunga sangat tinggi. Banyak masalah yang dihasilkan karena pemberangkatan ilegal ini, termasuk gaji yang tidak dibayar, disiksa oleh majikan, dilarungkan di laut. Ini yang harus kita perangi bersama," tutur Benny.
 
BP2MI Lepas 398 Pekerja Migran Program G To G ke Korea Selatan
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Dari data command center BP2MI, hingga saat ini secara keseluruhan sudah 122.147 PMI yang diberangkatkan, dan sebanyak 8.660 orang di antaranya adalah PMI G to G Korea Selatan. Untuk pelepasan kali ini terdiri dari 357 PMI dari sektor manufaktur dan 41 PMI untuk sektor perikanan.
 
Dalam kegiatan pelepasan PMI program G to G Korea Selatan di El Royale Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022, hadir pula Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto; Wakil Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur, Medy Lensun; tokoh nasionalis, Budianto Tarigan; serta para pejabat BP2MI.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif