Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id

Luhut: Pabrik Smelter Pomalaa Bukan Sekadar Proyek!

Antara • 28 November 2022 13:22
Kendari: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian nikel PT Vale Indonesia Tbk di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara bukan hanya membangun satu pabrik, melainkan membangun satu ekosistem.
 
"Proyek ini harus jalan karena proyek ini membangun satu ekosistem, bukan membangun satu proyek. Kita ingin membangun satu ekosistem untuk satu litium baterai yang nanti bisa lari ke mobil listrik, bisa lari ke mana-mana," kata Luhut, dilansir Antara, Senin, 28 November 2022.
 
Menurut Luhut, pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) ini akan menjadi yang terbesar produksinya di dunia. Semua kebutuhan baterai litium kedepannya akan dibuat di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"HPAL yang terbesar di dunia itu ada di Indonesia dan orang enggak bisa bikin baterai kalau enggak ada HPAL ini. Jadi HPAL ini menjadikan satu ekosistem yang sangat penting buat kita," ujar dia.
 
Baca juga: BKPM: Proyek Kendaraan Listrik Foxconn Mulai Awal 2023 

Luhut optimistis proyek ini akan mendorong produksi HPAL, hingga perkembangan Electric Vehicle (EV) di Indonesia karena produksi maupun teknologinya telah berkembang pesat.
 
"Kenapa saya setuju proyek ini? Karena saya kenal Chairman Chen ini. Saya bersama-sama dengannya pergi ke Jerman negosiasi dengan BMW dengan VW. Dan dia dikejar-kejar karena punya teknologi yang bagus. Jadi begitu saya dengar dia kawin dengan PT Vale Indonesia, saya bilang ini adalah pilihan yang tepat," jelasnya.
 
Sementara itu, CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menjelaskan proyek ini ditargetkan mampu memproduksi 120 ribu ton nikel dan 15 ribu ton kobalt per tahunnya.
 
"Proyek ini sudah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional. Dengan nilai investasi mencapai Rp67,5 triliun dan merupakan pabrik HPAL terbesar," katanya.
 
Ia memastikan seluruh kegiatan operasi di bawah PT  Vale Indonesia merupakan investasi yang bertanggung jawab dan patuh pada prinsip keberlanjutan dengan menggunakan teknologi HPAL yang disediakan oleh Huayou, yang nantinya secara bertahap akan ada beberapa pengalihdayaan kepada tenaga kerja Indonesia.
 
Dia juga mengatakan akan terus menjadi mitra bagi masyarakat lokal dan memastikan keseimbangan ekonomi, ekologi, dan dampak sosial. Ia juga berharap, dengan dimulainya proyek pembangunan ini akan dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 12 ribu orang dari pabrik dan tambang.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif