PLTS. Foto ; Medcom/Annisa Ayu.
PLTS. Foto ; Medcom/Annisa Ayu.

PTBA Mulai Beralih ke Bisnis Energi Bersih

Suci Sedya Utami • 21 Oktober 2020 16:22
Jakarta: PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA kini mulai beralih pada bisnis energi baru terbarukan. Selama 100 tahun beroperasi, perusahaan pelat merah ini bergerak di bisnis pertambangan batu bara untuk pasokan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini sesuai tren pengembangan energi bersih yang tengah masif serta dalam rangka mengurangi penggunaan batu bara yang dinilai menyebabkan polusi udara.
 
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mengandalkan energi matahari. Adapun proyek yang telah dibangun yakni PLTS rooftop di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero).
 
"Kita sudah mulai dengan AP II di Cengkareng sehingga sebagian listriknya dari PLTS. Kita sudah resmikan gunakan tenaga surya oleh PTBA dan kita jajaki airport (bandara) lainnya," kata Dirut PTBA Arviyan Arivin dalam acara Tempo Energy Day, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 720 solar panel sistem dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt per peak (kWp) dipasang di atap gedung guna mengaliri listrik ke peralatan-peralatan di fasilitas AOCC. Gedung AOCC merupakan pos komando terintegrasi guna memastikan kelancaran operasional Soekarno-Hatta.
 
Selain itu, anggota holding tambang ini juga akan membangun PLTS di lahan bekas tambang yang dikeruknya yakni di Ombilin dan Tanjung Enim. Luas lahan di Ombilin sekitar 2.000 hektare. Ia mengatakan apabila 50 persennya bisa dimanfaatkan untuk PLTS, maka bisa menghasilkan listrik 1.000 megawatt peak (MWp).
 
"Di Tanjung Enim area usai tambangnya ada 95 ribu hektare, kalau kita bisa pakai 5.000 hektare bisa hasilkan 5.000 mWp. Persoalannya adalah bagaimana insentif di-support dari pemerintah untuk kembangkan tenaga surya ini," jelas Arviyan.
 
Lebih lanjut, PTBA juga melirik area jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk (JSMR) untuk dibangun PLTS dan memanfaatkan area di sekitar Danau Toba yang dikelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif