Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan

Kementan Tambah Alokasi Pupuk Subsidi 1 Juta Ton

Ekonomi subsidi pupuk pertanian pupuk Kementerian Pertanian pupuk subsidi
Antara • 10 September 2020 10:02
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) segera menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak satu juta ton pada tahun ini. Langkah tersebut sebagai upaya menanggapi keluhan petani di sejumlah daerah terkait kurangnya kuota pupuk pada tahun ini demi menunjang produktivitas tanaman.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan anggaran untuk menambah pupuk bersubsidi satu juta ton atau senilai Rp3,14 triliun telah disetujui oleh Kementerian Keuangan, dan saat ini dalam proses pembahasan serta penyelesaian seluruh dokumen anggaran.
 
"Jika nanti penambahan pupuk subsidi sudah terealisasi, kami ingin dampaknya pada produktivitas pertanian juga terjadi. Produksi pertanian harus meningkat, dan penambahan pupuk subsidi akan turut menunjang ketahanan pangan," kata Mentan Syahrul, dikutip dari Antara, Kamis, 10 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syahrul menjelaskan permintaan Kementan terkait penambahan pupuk ini sekaligus menjawab keluhan sejumlah petani, terutama di wilayah Subang dan Karawang. Sebelumnya, Kementan telah menetapkan alokasi subsidi pupuk pada tahun ini sebanyak 7,94 juta ton dengan nilai Rp26,6 triliun.
 
Alokasi tersebut turun dibanding 2019 sebanyak 9,55 juta ton dengan anggaran Rp29 triliun. Penurunan alokasi pupuk 2020 terjadi karena menurunnya luas baku lahan pertanian Badan Pertanahan Nasional (BPN) 2013 seluas delapan juta ha menjadi 7,1 juta ha pada 2018.
 
Padahal tanpa pengurangan pun, alokasi pupuk subsidi dinilai Kementan tetap kurang. Berdasarkan hitungan Kementan, kebutuhan riil pupuk subsidi seharusnya mencapai 13 juta ton per tahun. Itu sebabnya, Kementan sempat menyiasati penurunan alokasi pupuk subsidi 2020 dengan menyesuaikan dosis pemakaian pupuk.
 
Jika selama ini pemakaian NPK 300 kg/ha, sekarang dikurangi jadi 200 kg/ha. Untuk urea, dari anjuran 150-300 kg/ha, pemakaian cukup 200 kg/ha.
 
Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy mengungkapkan anggaran pupuk subsidi 2019 dan 2020 memang mengalami pengurangan sekitar Rp2 triliun. Kementan pun sudah mengajukan tambahan alokasi pupuk subsidi ke Kementerian Keuangan.
 
"Alhamdulillah disetujui. Minggu ini kami harapkan DIPA tambahan pupuk subsidi sudah turun," pungkas Sarwo Edhy.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif