Pertamina. Foto : Setkab.
Pertamina. Foto : Setkab.

Ahok Bongkar Manipulasi Gaji Petinggi di Pertamina

Ekonomi ahok pertamina
Suci Sedya Utami • 16 September 2020 09:32
Jakarta: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyoroti sistem gaji di Pertamina. Ahok berpendapat ada permainan manipulasi gaji di perusahaan pelat merah itu.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan jika ada salah satu pegawai dicopot dari jabatannya, akan tetapi masih mendapatkan gaji yang sama dengan jabatan sebelumnya, bukan mengikuti jabatan yang baru.
 
"Orang dicopot misalnya dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misalnya gaji Rp100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama alasannya dia sudah orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda. Tapi mereka bikin, gaji pokoknya gede-gede semua. Jadi bayangin orang kerja sekian tahun bisa gaji pokok Rp75 juta, dicopot enggak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila saja nih. Nah itu yang kita lagi ubah sistem kita," kata Ahok seperti dikutip dari tayangan di akun Youtube POIN, Rabu, 16 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Ahok juga mengatakan ada beberapa direksi Pertamina ada yang bermain aman dengan melobi Menteri BUMN. Bahkan ia menyebut jika para komisaris di BUMN pun sebagian adalah titipan dari para kementerian.
 
"Dia (direksi) ganti direktur pun tanpa kasih tahu saya, makanya saya sempat marah-marah juga. Jadi direksi-direksi semua mainnya yang penting lobinya ke menteri, karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan dari kementerian-kementerian," tutur dia.
 
Kendati demikian, Ahok mengaku mempunyai cara agar hal tersebut tidak lagi terulang yakni dengan memangkas birokrasi yang ada di Pertamina. Ia bilang dengan begitu setiap insan Pertamina dapat memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menduduki jabatan Senior Vice President (SPV).
 
"Saya potong jalur birokrasi mereka. Pertamina itu dulu naik pangkat mesti pakai PRL (Pertamina Reference Level). Jadi orang mesti kerja sampai SPV itu bisa sampai 20-an tahun ke atas. Saya potong, semua mesti lelang terbuka," pungkas Ahok.
 
(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif