Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. FOTO: Medcom.id
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. FOTO: Medcom.id

Dorong Implementasi RCEP, Kemendag Minta Dukungan DPR hingga Dunia Usaha

Husen Miftahudin • 07 Oktober 2021 10:46
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta dukungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga dunia usaha untuk mendorong implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang merupakan blok dagang terbesar kedua setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
 
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meminta dukungan tersebut saat menggelar acara Sosialisasi Hasil-Hasil Perundingan Perdagangan Internasional RCEP di Bogor, Jawa Barat. Acara yang dilaksanakan secara hibrida ini turut dihadiri Ketua Komisi VI DPR Tommy Kurniawan dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah.
 
Kemudian diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri atas pelaku usaha, anggota DPR Komisi VI, anggota DPD, perwakilan Hipmi, perwakilan Kosgoro, dan perwakilan FTAs Centre. Dicetuskan pertama kali oleh Indonesia pada 2011, RCEP merupakan blok dagang terbesar kedua di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perundingan ini terdiri dari 15 negara yaitu 10 negara ASEAN dan lima negara mitra ASEAN yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Selandia Baru. Hal ini menunjukkan betapa RCEP ini sangat besar dan bermanfaat, termasuk bagi negara-negara di luar ASEAN," ujar Jerry dikutip, dari siaran persnya, Kamis, 7 Oktober 2021.
 
Menurut Jerry, RCEP secara kumulatif mewakili 29,6 persen penduduk dunia; 30,2 persen GDP dunia; 27,4 persen perdagangan dunia; dan 29,8 persen foreign direct investment (FDI) dunia. Data ekspor nonmigas Indonesia ke 14 negara RCEP selama lima tahun terakhir (2016-2020) menunjukkan tren positif sebesar 5,33 persen.
 
Pada 2020, total ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan RCEP mewakili 54,12 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia, yakni senilai USD83,87 miliar. Dengan nilai sebesar itu, penting untuk memastikan agar persetujuan ini dapat segera diselesaikan proses ratifikasinya oleh DPR akhir tahun ini.
 
"Sehingga, bisa diimplementasikan pada awal 2022. Selain itu, diseminasi informasi isi persetujuan RCEP kepada pemangku kepentingan terkait beserta manfaat dan tantangannya sangatlah penting untuk memastikan optimalisasi dari implementasi persetujuan ini," terangnya.
 
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah menyampaikan, Pemkot Bogor mengharapkan RCEP dapat memudahkan ekspor berbagai produk andalan Kota Bogor. Harapannya RCEP dapat memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha nasional dalam mengekspor produk-produk industri kecil dan menengah Kota Bogor ke pasar internasional.
 
"Baik di wilayah ASEAN maupun di wilayah kelima mitra lainnya," ungkap Syarifah optimistis.
 
Sedangkan, Ketua Komisi VI DPR Tommy Kurniawan menegaskan bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang bisa memenuhi semua kebutuhan dalam negerinya tanpa terlibat dalam suatu bentuk Kerja sama perdagangan internasional.
 
"Partisipasi Indonesia dalam RCEP merupakan langkah yang tepat dalam mengintegrasikan ekonomi global dan regional, termasuk pada mata rantai pasok dunia untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional sehingga menghasilkan produk yang lebih murah dan efisien," terang dia.
 
Dalam sesi diskusi, Direktur Perundingan ASEAN Kemendag Dina Kurniasari memaparkan beberapa manfaat RCEP untuk Indonesia dan juga beberapa hal yang harus dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait.
 
"Saat ini, pemerintah sedang menyusun berbagai langkah mitigasi dan juga menyusun Roadmap Action Plan implementasi RCEP yang harus dilakukan secara kolektif dan kolaboratif dari semua pemangku kepentingan. Sehingga, Indonesia bisa menjadi winner saat mengimplementasikan Persetujuan ini," pungkas Dina.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif