Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) KB Bukopin dilakukan pada 30 November 2022, di Kantor Pusat KB Bukopin, Jakarta (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) KB Bukopin dilakukan pada 30 November 2022, di Kantor Pusat KB Bukopin, Jakarta (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)

Sah! KB Bukopin Siap Rights Issue, Terbitkan 120 Miliar Saham Baru

M Rodhi Aulia • 30 November 2022 12:45
Jakarta: Perusahaan keuangan raksasa dari Korea, KB Financial Group memperkuat komitmen kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dengan melakukan penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT VII) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 120 miliar lembar saham.
 
Penambahan modal tersebut telah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat KB Bukopin, Jakarta, Rabu, 30 November 2022.
 
Deputy President Director KB Bukopin Robby Mondong mengatakan aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional, sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada pemegang saham, karyawan, manajemen, serta kepada pemegang kepentingan yang lebih luas (stakeholder)," kata Robby, saat ditemui di lokasi.
 
Adapun tingkat kecukupan pemenuhan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) KB Bukopin posisi September 2022 berada pada 17,59 persen, telah sesuai dengan ketentuan PSAK 71. Sesuai dengan strategi KB Bukopin, untuk tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, dibutuhkan tambahan modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Sah! KB Bukopin Siap <i>Rights Issue</i>, Terbitkan 120 Miliar Saham Baru
RUPS Luar Biasa KB Bukopin dihadiri Presiden Direktur Woo Yeul Lee, Deputi Presiden Direktur Robby Mondong, Direktur Dodi Widjajanto, Direktur Seng Hyup Shin, Presiden Komisaris Jerry Marmen, Komisaris Independen Stephen Listyo, Komisaris Independen Tippy Joesoef, Komisaris Nanang Supriyatno, Komisaris Independen Eugene K. Galbraith, Komisaris Independen Hae Wang Lee, Komisaris Independen Sukriansyah S. Latif, Direktur Helmi Fahrudin, Direktur Henry Sawali, Direktur Jin Bum Kim, dan Direktur Young Eun Moon (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)
 
Sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah dipublikasikan oleh KB Bukopin pada 24 Oktober 2022, PUT VII direncanakan dengan menerbitkan saham baru, yaitu Saham Biasa Kelas B sebanyak-banyaknya 120 miliar saham. Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut, bergantung pada keperluan dana KB Bukopin dan harga dari pelaksanaan PUT VII. 
 
Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimistis dalam berkompetisi di layanan industri keuangan nasional. Target KB Bukopin selanjutnya adalah tetap konsisten dalam pengembangan bisnis, terutama pada segmen SME dan Ritel, serta dukungan dari pengembangan digitalisasi TI maka dalam jangka menengah diharapkan pertumbuhan bisnis semakin menuju arah yang stabil untuk mencapai profitabilitas yang berkesinambungan.
 
Sebelumnya, KB Bukopin secara nyata mulai merealisasikan tujuan untuk menjadi bank yang bebas dari bad loan dan menjadi clean bank. KB Bukopin pada akhir Juni 2022 telah melakukan transaksi penjualan Non-Performing Loan (NPL) dan kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) sebanyak 180 debitur dengan nilai Original Principal Balance (OPB) sebesar Rp4,14 triliun.
 
Rasio rentabilitas juga diharapkan dapat terus menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan kredit baru yang berkualitas. Tercatat hingga Juni 2022 pertumbuhan kredit baru mencapai lebih dari Rp2,4 triliun.
 
Adapun penggerak pertumbuhan kredit baru yang utama berasal dari segmen komersial dan retail dengan kontribusi masing-masing sebesar 42 persen dan 39 persen, sedangkan pada segmen MSME pertumbuhan kredit sebesar 19 persen. Segmen komersial masih menjadi anchor pertumbuhan bisnis, optimalisasi partnership dari Korean link business dan Indo-Korean link business akan terus digencarkan oleh KB Bukopin.
 
Didirikan sejak 1963, KB Financial Group adalah grup bisnis keuangan terbesar di Korea dengan total aset USD560,1 miliar dan basis pelanggan yang mencapai 70 persen populasi Korea. Memiliki peringkat kredit tertinggi di antara bank-bank Korea, KB Financial Group juga dikenal sebagai entitas bisnis keuangan yang paling menguntungkan, solid, dan stabil.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif