Ilustrasi PHK. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi PHK. FOTO: Medcom.id

Ini Pemicu Gelombang PHK, dari Startup hingga Pabrik Sepatu!

Insi Nantika Jelita • 18 November 2022 18:30
Jakarta: Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup ditengarai karena seretnya dana dari investor. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah.
 
Selama dua tahun terakhir kondisi ekonomi global terdampak oleh pandemi dan juga perang Ukraina. Likuiditas global mulai terbatasi yang mendorong investor melakukan peninjauan ulang terhadap investasi mereka. Konsekuensinya jumlah pegawai juga disesuaikan, PHK pun tidak terelakkan.
 
"Usaha di sektor ekonomi digital khususnya di berbagai startup hingga unicorn mengalami penyesuaian bisnis akibat terbatasnya pendanaan dari investor," ungkapnya kepada wartawan, Jumat, 18 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui perusahaan digital berbasis teknologi ternama, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.300 karyawannya.
 
Piter berpendapat, program bakar uang atau promo yang dilakukan perusahaan startup atau e-commerce harus dikurangi atau bahkan dihentikan. "Program-program mereka sebaiknya lebih diarahkan kepada yang benar-benar bisa memberikan keuntungan," jelasnya.
 
Sementara untuk sektor usaha lain seperti alas kaki yang juga dikabarkan melakukan PHK massal terhadap karyawannya, kata Piter, hal ini disebabkan oleh penjualan yang merosot.
 
Baca juga: GOTO PHK 1.300 Karyawan

 
Diketahui dari pernyataan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), pabrik-pabrik sepatu di Indonesia telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 25.700 karyawan.
 
Produsen sepatu terkemuka seperti Nike, Reebok, dan Adidas yang merupakan pemesan ekspor sepatu terbesar di Indonesia menurunkan 50% pesanannya karena mengalami kesulitan penjualan.
 
"Alas kaki yang utamanya berorientasi ekspor mengalami penurunan permintaan karena gejolak global, sehingga mereka harus menyesuaikan produksi dan juga jumlah pegawai," pungkas Piter.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif