Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani
Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani

Garuda Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS

Annisa ayu artanti • 27 September 2022 13:27
Jakarta: Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengajukan permohonan Chapter 15 ke pengadilan di Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 23 September lalu.
 
Pengajuan Chapter 15 ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan langkah implementasi atas misi restrukturisasi perusahaan yang tengah dilaksanakan dapat diterapkan secara optimal di berbagai yurisdiksi internasional khususnya di Amerika Serikat.
 
Adapun Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang telah dilalui, di negara lain yang melibatkan debitur, aset, kreditur, dan pihak lain dari lebih satu negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chapter 15 juga mengatur kerja sama antara pengadilan AS dan pengadilan asing serta otoritas di negara lain yang terlibat dalam lintas negara. 
 
Baca juga: Hasil PKPU, Garuda Indonesia Sebut Cetak Laba Rp3,8 Miliar 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pengajuan permohonan Chapter 15 tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan homologasi PKPU yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada bulan Juni lalu.
 
“Dengan ratusan kreditur termasuk di dalamnya kreditur asing, kami memahami diperlukan berbagai langkah untuk memastikan perjanjian perdamaian sebagaimana yang telah disepakati oleh lebih dari 95 persen kreditur melalui PKPU dapat terimplementasikan dengan baik," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 September 2022.
 
Ia menjelaskan, proses PKPU yang dijalankan Garuda bersama segenap pemangku kepentingan selama lebih dari enam bulan lamanya, dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memastikan aspirasi seluruh kreditur dapat terselesaikan dengan kemampuan pemenuhan kewajiban usaha Perusahaan.
 
"Oleh karena itu, melalui pengajuan permohonan Chapter 15 ini kami berharap akan dapat memberikan kepastian hukum bagi debitur maupun seluruh kreditur khususnya kreditur yang berada dalam yurisdiksi Amerika Serikat," ucapnya.
 
Selain itu, lanjut Irfan, hal ini juga sebagai komitmen berkelanjutan Garuda atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan oleh lebih dari 95 persen kreditur dalam proses PKPU, atas upaya Garuda memberikan landasan hukum yang kuat atas pemenuhan kewajiban usaha terhadap kreditur.
 
"Termasuk di dalamnya dengan memaksimalkan langkah-langkah pemulihan kinerja guna memberikan nilai optimal dalam kolaborasi bisnis dengan seluruh mitra usaha," ujarnya. 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif