Aplikasi Atome. Foto: dok Atome.
Aplikasi Atome. Foto: dok Atome.

Wuidih, Transaksi BNPL Diprediksi Melonjak hingga USD2,7 Miliar di Akhir 2022

Husen Miftahudin • 28 September 2022 20:04
Jakarta: Laporan Business Wire menyampaikan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia diprediksi bakal mengalami peningkatan signifikan hingga 94,7 persen, dengan total transaksi mencapai USD2,7 miliar pada akhir tahun ini. Hal ini didorong peningkatan kebutuhan terhadap pengalaman berbelanja yang terintegrasi dengan kenyamanan dan personalisasi.
 
"Perkembangan yang cukup besar ini yang menjadikan sistem BNPL menjadi salah satu metode pembayaran paling populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama selama masa pandemi," ungkap General Manager Atome Winardi Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 28 September 2022.
 
Layanan BNPL atau Beli Sekarang Bayar Nanti didukung dengan kinerja e-commerce yang semakin melejit di Indonesia. Adapun transaksi e-commerce pada kuartal I-2022 mencapai Rp108,54 triliun atau meningkat 23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019, indeks inklusi keuangan di Indonesia cukup besar sekitar 76,19 persen. Meskipun indeks kemajuan literasi keuangannya masih berkisar 38,03 persen.
 
"Atome sebagai salah satu pemain BNPL di Indonesia terus berkomitmen untuk mengedepankan literasi keuangan sebagai salah satu langkah untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat menikmati kemudahan layanan BNPL dan juga keuntungannya," tegasnya.
 
Baca juga: Perlindungan Data Pribadi Dukung Capaian Pertumbuhan Ekonomi Digital

 
Hadir sejak 2019, Atome saat ini telah memiliki lebih dari lima juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ekosistem yang cukup besar. Pengguna Atome dapat bertransaksi di lebih dari 600 merchant dan lebih dari 7.700 toko atau outlet, baik secara offline ataupun online.
 
"Kami lihat masih banyak masyarakat yang memiliki perspektif terkait sistem BNPL disamakan dengan sistem cicilan kredit. Padahal sistem BNPL sendiri menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memaksimalkan manajemen keuangan yang mereka miliki. Atome merealisasikan kebutuhan hidup ini namun dengan tetap menjaga agar mereka memiliki pembukuan keuangan yang stabil," tutur Winardi.
 
Menurut Winardi, layanan BNPL memang cukup berbeda dari cicilan kredit yang dapat dilihat dari suku bunga, kriteria kelayakan, diskon, serta kemudahan aksesnya. Atome sendiri menghadirkan kemudahan sistem pembayaran cicilan hingga 12 bulan dengan suku bunga nol persen alias tanpa bunga untuk pilihan cicilan 30 hari dan tiga bulan.
 
"Jika melihat data penetrasi kartu kredit yang masih terbilang rendah di Indonesia, layanan BNPL seperti Atome memiliki peluang yang besar dengan segala fleksibilitas dan kemudahan yang dihadirkan. Perbedaan ini juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan dan besarnya akses transaksi pada sistem BNPL yang telah dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka," tutup Winardi.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif